Jualan Online Diminati saat Pandemi, Pendaftaran Domain Internet Naik

Pendaftaran domain internet .id mencapai 434.544 sejak awal tahun ini. Peningkatan ini seiring dengan banyaknya pengusaha yang beralih ke skema berjualan online saat pandemi.
Image title
25 Agustus 2020, 17:55
Jualan Online Diminati saat Pandemi, Pendaftaran Domain Internet Naik
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi, warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Pendaftaran nama domain internet meningkat 4% secara global. Di Indonesia, peningkatan terjadi karena banyak pengusaha dan perusahaan yang memperkenalkan merek (brand) dan menjual produk secara online saat pandemi corona.

"Semua orang ingin go-online dan menggunakan brand sendiri. Jadi, banyak yang registrasi nama domain," kata Ketua Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia (ACHI) Rendy Maulana saat konferensi pers virtual, Selasa (25/8).

Berdasarkan data VeriSign, ada 359,8 juta pendaftaran nama domain top-level domains (TLD) seperti .com, .net, .biz dan lainnya per akhir tahun lalu. Jumlahnya meningkat menjadi 367 juta pada paruh pertama tahun ini.

"Domain.com dan .net masih merajai secara global," kata Rendy. Total pendaftaran kedua domain mencapai 160 juta sejak awal 2020.

Advertisement

Pendaftaran untuk Country Code Level Domain (ccTLD) atau domain di masing-masing negara seperti id mencapai 157 juta hingga saat ini.

Khusus di Indonesia, registrasi domain .id mencapai 435.544 per Agustus. Angka ini 89% dari target Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI) pada tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza menambahkan, penggunaan domain .id akan memengaruhi traffic internet di Indonesia. Hal ini juga bakal meningkatkan daya saing konten lokal dibandingkan asing.

"Ke depan, Indonesia harus menjadi penghubung internet. Sebelumnya banyak belanja traffic menggunakan TLD ke luar. Sekarang belanja ke Indonesia," kata Izza.

Sekadar informasi, pemerintah menargetkan 10 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan online per akhir 2020. Selama pandemi Covid-19 saja, satu juta lebih pelaku UMKM bergabung dengan ekosistem digital.

(REVISI paragraf 6 dan pengantar pada 4 September, Pukul 13.18 WIB)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait