Startup Solusi E-Commerce Sirclo Raih Pendanaan Rp 88 Miliar

Dana segar ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur, di tengah tingginya permintaan pembuatan toko online saat pandemi corona.
Desy Setyowati
28 Agustus 2020, 10:59
Startup Solusi E-Commerce Sirclo Raih Pendanaan Rp 88 Miliar
sirclo
Para pimpinan Sirclo

Startup solusi e-commerce Sirclo mengumumkan penutupan pendanaan Seri B US$ 6 juta atau sekitar Rp 88 miliar. Investor yang berpartisipasi yakni East Ventures, OCBC NISP Ventura, Skystar Capital, Sinar Mas Land, dan lainnya. 

Pendiri sekaligus CEO Sirclo Brian Marshal menyampaikan, dana segar itu akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur internal. “Ini agar terus stabil dalam mengakomodasi pelaku bisnis, yang semakin banyak memasuki e-commerce,” katanya dikutip dari siaran pers, Jumat (28/8).

Sirclo menyediakan layanan untuk membantu para pemegang merek (brand) berjualan online. Ada empat solusi bisnis yang disediakan yakni Sirclo Store, Sirclo Connexi, Sirclo Chat, dan Sirclo Commerce.

Perusahaan rintisan itu baru saja membuka pusat fulfilment. Sirclo juga berencana meningkatkan layanan Sirclo Store untuk menyediakan platform terintegrasi semua kanal penjualan seperti brand.com, marketplace, dan chat commerce.

Advertisement

Sirclo Store merupakan platform Software as a Service (SaaS) untuk membuat situs toko online berbasis template bagi bisnis lokal skala kecil hingga menengah. Layanan ini diminati saat pandemi corona, karena banyak perusahaan beralih ke pemasaran dan penjualan online.

Sedangkan Sirclo Commerce memfasilitasi seluruh proses penjualan online, mulai dari pengaturan stok, proses pemesanan, pengiriman produk sampai layanan konsumen. “Melalui pendanaan ini, kami terus meningkatkan kapabilitas dan jangkauan agar bisa membantu semakin banyak brand di Indonesia,” kata Brian.

Dia juga optimistis bahwa transaksi belanja online akan terus meningkat ke depan. “Bahkan setelah pandemi berakhir,” ujar dia.

Berdasarkan laporan Sirclo Insights 2020, diperkirakan ada 12 juta pengguna e-commerce baru selama pandemi Covid-19. Sebanyak 40% di antaranya mengaku akan terus mengandalkan platform jualan online bahkan setelah pandemi berakhir. 

“Sirclo berada pada waktu dan posisi yang tepat dalam masa pandemi ini,” Co-Founder sekaligus Managing Partner di East Ventures Willson Cuaca. Ia optimistis, Sirclo dapat membantu akselerasi transformasi digital di Tanah Air.

Managing Director OCBC NISP Ventura Darryl Ratulangi menambahkan, perusahaan berinvestasi di Sirclo untuk mendukung digitalisasi bisnis di Indonesia. “Bisnis dari berbagai skala sering kali kurang memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk transisi dari offline ke online,” katanya.

Oleh karena itu, ia optimistis Sirclo mampu mendukung para pebisnis membuat situs website serta mengelola berbagai platform marketplace dan aspek logistik. “Kami percaya ini merupakan dorongan yang dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk memasuki ranah e-commerce,” ujar dia.

Pada Mei lalu, Sirclo juga melakukan merger dengan agensi penyedia teknologi dan solusi e-commerce Icube. Aksi korporasi ini memungkinkan keduanya menggabungkan ribuan klien, sekaligus menyatukan kekuatan.

Pasca-merger, Founder sekaligus President Icube Muliadi Jeo mengemban posisi Chief Technology Officer (CTO) Sirclo.

(REVISI paragraf keempat, pada 2 September Pukul 16.02 WIB)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait