Ekspansi Startup Grup Salim - YouTap ke UMKM: Rilis Aplikasi Dagang

Startup YouTap meluncurkan aplikasi untuk membantu UMKM mengelola bisnis saat pandemi corona.
Image title
28 Agustus 2020, 12:50
Gaet 50 Ribu UMKM, Startup Milik Grup Salim Luncurkan Aplikasi Dagang
ANTARA FOTO/Audy Alwi
Chief Executive Officer (CEO) Youtap Indonesia Herman Suharto menggunakan sensor smartphone, menunjukkan proses perekaman data produk saat peluncuran platform digital Youtap Indonesia, di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Startup digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Youtap Indonesia meluncurkan aplikasi dagang. Platform ini berfokus membantu pelaku usaha mengelola bisnis.

Hingga saat ini, perusahaan rintisan besutan Grup Salim dan Youtap Singapura itu telah menggaet 50 ribu UMKM. "UMKM dapat lebih produktif dalam mengembangkan usahanya," kata CEO Youtap Indonesia Herman Suharto dikutip dari siaran pers, Kamis (27/8).

Ia menjelaskan, ada tiga fitur yang tersedia pada aplikasi berdagang tersebut. Pertama, pengelolaan dagangan. Mitra bisa memasukkan barang yang akan dijual dengan memindai barcode, atau memilih dari Stock Keeping Unit (SKU) katalog yang tersedia.

Kedua, pemprosesan transaksi penjualan. Semua transaksi tercatat baik tunai maupun non-tunai akan tercatat di aplikasi. Mitra juga bisa menerima berbagai metode pembayaran, termasuk kode Quick Response standar atau QRIS.

Terakhir, analisis pintar yang memberikan insight untuk perencanaan pengembangan usaha. Aplikasi ini juga memiliki opsi promosi dan program loyalitas yang dapat membantu mitra memberikan penawaran kepada pelanggannya.

Aplikasi itu sudah dapat diunduh melalui Google PlayStore dan AppStore, secara gratis. Ke depan, perusahaan berencana menambah beberapa fitur pada platform.

Herman menambahkan, perusahaan menggaet 50 ribu UMKM sejak berdiri pada awal tahun ini. Selain itu, telah memproses sejuta transaksi.

Perusahaan mengklaim, transaksi mitra secara non-tunai melonjak 129% saat pandemi corona, dibandingkan hari biasa. Sebanyak 65% mitra tidak menerima pembayaran tunai saat pandemi.

YouTap juga mencatat, terjadi pertumbuhan jumlah mitra yang mengadopsi pembayaran non-tunai naik dari 17% pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi 22% saat ini. "Sejak awal, kami berupaya membantu merchant beradaptasi selama masa pandemi Covid-19 ," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait