Potensinya Besar, Startup Umma Milik Boy Thohir Rilis Belajar Online

Startup Umma meluncurkan fitur belajar online, uClass di tengah tingginya permintaan akibat pandemi corona. Boy Thohir memiliki sebagian saham di Umma.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
8 September 2020, 16:29
Potensinya Besar, Startup Umma Milik Boy Thohir Rilis Belajar Online
umma
Startup Umma meluncurkan fitur belajar online, uClass

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Startup penyedia aplikasi berbasis komunitas muslim PT Khazanah Prima Sukses (Umma) meluncurkan fitur pembelajaran online atau e-learning, yang disebut uClass. Peluncuran dilakukan di tengah tingginya permintaan layanan platform belajar online saat pandemi corona.

CEO dan Co-Founder Umma Indra Wiralaksmana mengatakan, uClass bertujuan memberikan kesempatan bagi komunitas muslim untuk belajar, meski ada pandemi Covid-19. "Pengguna dapat akses berbagai kelas, baik membaca Al-Qur'an maupun praktikal sehari-hari," ujar dia saat konferensi pers virtual, Selasa (8/9).

Ia mencatat, belum ada platform belajar online yang berfokus pada materi keislaman di Indonesia. Padahal, mayoritas penduduknya merupakan muslim.

Oleh karena itu, startup yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir atau Boy Thohir tersebut meluncurkan fitur e-learning.

Aplikasi e-learning dan video percakapan seperti Zoom, memang diminati saat pandemi virus corona. Hal ini dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Namun, Indra menilai ada perbedaan dari sisi materi dan pangsa pasar yang disasar Umma dibandingkan platform lainnya. "Kalau diperhatikan, mereka (platform e-learning lain) berfokus pada pendidikan wajib sembilan tahun. Sedangkan Umma, pengguna bisa belajar agama," ujarnya.

Sebelum uClass, Umma meluncurkan fitur live streaming yang menawarkan kajian keislaman secara langsung melalui aplikasi. Saat ramadan lalu, ada 10 ribu pengguna yang menonton kajian live streaming melalui fitur ini.

Selain itu, Umma menyediakan fitur baca Al-Qur'an, jadwal sholat, dan penunjuk arah kiblat. 

Indra optimistis, pengguna aplikasi dapat lebih intens mengikuti materi keislaman dengan adanya uClass. Sudah ada 60 kelas yang tersedia, seperti materi berdagang untuk komunitas muslim.

Lalu, ada kelas belajar Al-Qur’an untuk pengguna dewasa dan anak. Kurikulumnya disusun secara sistematis dan dibagi menjadi beberapa jenjang, disesuaikan dengan tingkat pemahaman pengguna.

Pemateri bisa mengatur ruang kelas (classroom), mengunggah materi berupa video atau tugas-tugas lainnya untuk peserta. Selain itu, bisa membuat forum dan berdiskusi dengan peserta.

Biaya per kelas dibanderol mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 300 ribu. Ada lebih dari 5.000 peserta uClass dalam sebulan. Sedangkan aplikasi Umma sudah diunduh 9,3 juta kali sejak diluncurkan tahun lalu.

Pendiri OK OCE Sandiaga Uno menambahkan, aplikasi seperti Umma menyasar pasar yang potensinya besar karena penduduk di Indonesia mayoritas muslim. Datanya dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Jumlah penduduk Islam Indonesia porsinya 12,7% dari total populasi muslim di dunia. Sedangkan jumlah penduduk muslim diperkirakan mencapai 27,5% dari total populasi dunia pada 2030.

"Indonesia ini sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar,” kata Sandiaga. "Sekarang bicara blue ocean strategy, tidak hanya bermain di ceruk kecil.”

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait