Bukalapak Punya Tiga Taktik Mendorong Transaksi 5 Juta Warung

Bukalapak berfokus mengembangkan bisnis mitra warung dalam lima tahun ke depan. Segmen toko kelontong dinilai potensial.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
11 September 2020, 19:40
Potensinya Besar, Tiga Taktik Bukalapak Dorong Transaksi 5 Juta Warung
Katadata/Cindy Mutia Annur
Yogi (33) salah satu mitra warung Bukalapak yang tengah menjaga warung kelontongnya di wilayah Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Jumlah mitra warung dan agen Bukalapak melonjak tiga kali lipat dalam setahun menjadi lima juta saat ini. Startup e-commerce ini pun menjalankan tiga strategi untuk mendongkrak transaksi mitra.

Pertama, memperluas layanan distribusi stok grosir ke 50 kota Indonesia. “Kami bekerja sama dengan distributor skala nasional dan daerah,” kata VP Merchant Bukalapak Howard Gani saat konferensi pers virtual, Jumat (11/9).

Kedua, mendiverfisikasi produk mitra warung dan agen. Mitra Bukalapak dapat menawarkan produk digital seperti pulsa, pembayaran listrik, pajak hingga pemesanan tiket kereta, di samping kebutuhan sehari-hari.

Bukalapak bekerja sama dengan GrabKios untuk menyediakan dan menyalurkan produk digital kepada mitra warung dan agen.

Ketiga, perusahaan menggaet Bank Mandiri memberdayakan warung dan agen untuk menjadi lakupandai. Pada Februari lalu, 1,5 juta Mitra Bukalapak menjadi agen layanan keuangan tanpa kantor Bank Mandiri.

Bukalapak ingin mitra warung dan agen menjadi sarana bagi masyarakat sekitar untuk mengakses layanan keuangan. "Misalnya punya uang tunai, bisa datang ke warung terdekat untuk membeli emas," kata CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin.

Dikutip dari Reuters, Bukalapak dan Bank Mandiri menyasar masyarakat yang belum memiliki rekening. Berdasarkan data Bank Dunia, jumlahnya lebih dari setengah penduduk Indonesia.

Nantinya, pengguna layanan dapat menyetor dan menarik uang tunai di warung. Selain itu, dapat mengirim uang maupun membayar tagihan.

Sedangkan pemilik warung, bank dan Bukalapak masing-masing akan mendapatkan potongan biaya. Namun Rachmat tidak mengungkapkan target pendapatan dari kemitraan tersebut.

Warung memang menjadi fokus bisnis Bukalapak dalam lima tahun ke depan, karena potensinya yang besar. Berdasarkan riset perusahaan sekuritas CLSA pada September 2019, warung berkontribusi 65-70% terhadap transaksi retail nasional.

Berdasarkan riset Euromonitor International, mayoritas masyarakat Indonesia, India, dan Filipina pun berbelanja di toko kelontong. Transaksinya mencapai US$ 479,3 miliar atau 92% dari total nilai pasar retail US$ 521 miliar pada tahun lalu, sebagaimana Databoks di bawah ini:

Sedangkan transaksi lima juta warung dan agen mitra Bukalapak lebih dari US$ 70 miliar dalam setahun. Nilainya sekitar seperlima dari pasar retail di Indonesia yang mencapai Rp 380 miliar.

Rachmat pun sempat menyampaikan, bahwa pendapatan mitranya meningkat hingga 10 kali lipat setelah bergabung.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait