Grab Gaet Startup Kasir, Disinfeksi dan Percetakan untuk Bidik UMKM

Grab menggaet tiga startup di bidang kasir, penyedia layanan disinfeksi, dan percetakan untuk menyasar UMKM. Ketiga layanan ini dinilai dibutuhkan saat pandemi corona.
Image title
1 Oktober 2020, 18:11
Grab Gaet Startup Kasir, Disinfeksi dan Percetakan untuk Bidik UMKM
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Ilustrasi helm Grab

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Grab menggandeng tiga startup yakni LunaPos, KliknClean, dan Printerous. Ketiganya merupakan lulusan program akselerasi Grab Velocity Ventures (GVV) gelombang III.

LunaPos bergerak di bidang kasir. KliknClean menyediakan layanan disinfeksi, sementara Printerous melayani kebutuhan percetakan hingga distribusinya.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, ketiga startup itu masuk sebagai mitra bisnis resmi di platform GrabMerchant. Mereka akan berfokus memenuhi kebutuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selama pandemi Covid-19, Grab menggaet 350 ribu mitra UMKM baru dan ditarget mencapai 400 ribu tahun ini. “Mitra mendapatkan tambahan layanan dari ketiga startup itu, dan harganya terjangkau,” kata Neneng saat konferensi pers virtual, Kamis (1/10).

Decacorn asal Singapura itu meluncurkan GrabMerchant dengan model Business to Business (B2B) pada Juni lalu. Mitra UMKM di GrabFood, GrabMart, logistik dan GrabKios dialihkan ke GrabMerchant.

Platform itu menyediakan beberapa fitur seperti pendaftaran mandiri, manajemen profil pemilik, pengelola toko, dan kasir untuk keamanan akun. Ada juga fitur grosir, fitur pemasaran hingga laporan bisnis.

Kini layanannya bertambah dengan kehadiran Lunapos, KliknClean, dan Printerous. Ketiganya terpilih dari total 100 lebih pendaftar program GVV.

Selain itu, ada lima perusahaan rintisan lain yang lolos GVV. Kelimanya mendapatkan kesempatan untuk uji coba layanan selama delapan pekan.

Neneng mengatakan, salah satu dari mereka pendapatannya meningkat sampai 40% setelah masuk ekosistem Grab.

Meski begitu, Grab hanya memilih tiga startup untuk bermitra untuk jangka waktu yang lebih lama. Ketiganya dipilih karena dibutuhkan UMKM saat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, perusahaan menggandeng startup Qasir untuk menyediakan sistem kasir digital atau point of sales (POS). Kolaborasi itu memungkinkan pelaku usaha, khususnya di industri kuliner untuk mencatatkan transaksi secara otomatis melalui sistem Qasir.

Grab juga bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggelar program #TerusUsaha. Selain itu, menggaet lebih dari 20 pemerintah daerah (pemda) untuk mendigitalisasikan UMKM.

Perusahaan menggaet Pertamina untuk memberikan pinjaman kepada mitra GrabKios. Selain itu, pemerintah juga menggaet Grab untuk penyaluran pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pinjaman itu diprioritaskan untuk membantu mitra GrabFood dan agen GrabKios dalam menghadapi pandemi virus corona.

"Itu untuk memperpanjang napas para pelaku UMKM dan meningkatkan kinerja mereka dalam menghadapi pukulan pandemi," kata Ridzki, dikutip dari siaran pers.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Victoria br Simanungkalit mengatakan, digitalisasi UMKM menjadi kunci pemulihan ekonomi di Indonesia. Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 123,46 triliun untuk UMKM di masa pandemi corona.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait