Kominfo Sebut 3.126 Rumah Sakit dan Puskesmas Belum Terakses Internet

Fahmi Ahmad Burhan
5 Oktober 2020, 15:42
Kominfo Sebut 3.126 Rumah Sakit dan Puskesmas Belum Terakses Internet
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Fasilitas Ruang karantina di Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi, Jl. Kamal Raya, Cengkareng Tim, Kota Jakarta Barat, Jumat (18/9/2020).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, 3.126 dari total 10.133 fasilitas kesehatan belum terakses internet. Kementerian menargetkan, 2.500 di antaranya mendapatkan akses tahun ini.

Sedangkan infrastruktur digital di 626 sisanya akan dibangun tahun depan. “Pada akhir 2021, seluruh puskesmas dan rumah sakit (RS) ini terlayani akses internet," ujar Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam acara peluncuran ‘Pelatihan Digital UMKM Indonesia’, Senin (5/10).

Kementerian sudah mengajukan anggaran pembangunan infrastruktur digital untuk 2021. Salah satunya terkait internet untuk layanan publik.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui alokasi anggaran Rp 16,9 triliun untuk Kominfo. Selain akses internet pada layanan publik, anggaran akan digunakan untuk penyediaan infrastruktur digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Kementerian juga akan memanfaatkan satelit untuk mendukung akses internet kepada 3.126 fasilitas kesehatan. Saat ini, ada sembilan satelit di orbit.

Sebanyak lima di antaranya milik Indonesia, sementara sisanya kepunyaan perusahaan global. Satelit asing itu disewa kapasitasnya oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

Kementerian berencana meluncurkan satelit multifungsi yang disebut Satria I dan ditarget beroperasi pada 2023. “Harapannya, ini bisa diletakan di orbit pada kuartal III 2023,” ujar Johnny.

Satelit itu untuk memenuhi kebutuhan internet di 150 ribu titik layanan publik. Secara rinci, 93.900 merupakan sekolah/pesantren, 47.900 kantor desa/kelurahan/pemerintahan daerah, 3.700 fasilitas kesehatan, dan 4.500 lainnya.

Johnny sempat mengatakan, High Throughput Satellite (HTS) Satria berkapasitas 150 giga byte per detik (Gbps). Besarannya sekitar tiga kali lipat dari total kapasitas sembilan satelit yang ada saat ini.

Kelima satelit itu berkapasitas sekitar 30 Gbps. Sedangan empat satelit asing memiliki kapasitas 20 Gbps.

Pengerjaan proyek Satria pun sempat terkendala pertemuan dengan investor akibat pandemi corona. Namun, pembangunan ground segment proyek satelit tetap akan dimulai pada 2022. Sedangkan peluncuran, penempatan, dan komersialisasi ditargetkan 2023.

Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif mengatakan, 90% infrastruktur digital berbasis teknologi satelit. Ini berdampak pada tingginya biaya operasional. "Kami mencari teknologi terbaik hingga menyiapkan satelit Satria I,” katanya.

Infrastruktur itu diharapkan mempercepat penyediaan akses internet ke seluruh fasilitas kesehatan di Tanah Air. Berdasarkan buku panduan pencegahan dan penatalaksanaan Covid-19 yang diluncurkan Alibaba Foundation Maret lalu, infrastruktur digital memungkinkan sistem informasi dilakukan dengan tanggap darurat.

Buku tersebut disusun berdasarkan pengalaman klinis para dokter dan tenaga medis di The First Affiliated Hospital di Zhejiang University School of Medicine (FAHZU) dalam menangani virus corona. Rumah sakit ini membangun sistem informasi dan platform komunikasi khusus terkait Covid-19.

"Berkat upaya tenaga medis dan penerapan teknologi baru, tidak ada staf yang terinfeksi. Selain itu, tak ada diagnosis yang terlewat atau pasien yang meninggal dunia," demikian dikutip dari buku panduan tersebut, Maret lalu (28/3).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...