Startup IoT Needs Sediakan Masker Gratis Lewat Mesin Jual Otomatis

Startup IoT Needs Indonesia menyediakan vending machine masker hingga hand sanitizer gratis. Perusahaan rintisan ini menerapkan teknologi pada mesin jual otomatisnya.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
21 Oktober 2020, 10:03
Startup IoT Needs Sediakan Masker Gratis Lewat Mesin Jual Otomatis
Needs
Ilustrasi, mesin jual otomatis masker yang disediakan oleh Needs Indonesia

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Startup Internet of Things (IoT) Needs Indonesia mengklaim menjadi yang pertama meluncurkan mesin jual otomatis (vending machine) di Tanah Air. Perusahaan rintisan ini berencana menyediakan lebih banyak mesin dengan beragam produk.

Mesin jual otomatis masker gratis berada di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jakarta. Selain masker, tersedia cairan pembersih tangan (hand sanitizer), serta tisu basah dan kering.

“Kami bekerja sama dengan brand-brand yang ingin mendonasikan produknya. Sebagai gantinya, kami branding logo dan kampanye pemasaran atas produk yang didonasikan,” kata pendiri sekaligus CMO Needs Evan Sebastian kepada Katadata.co.id, kemarin (20/10).

Memakai masker dan rutin mencuci tangan merupakan bagian dari Gerakan 3M, yang dikampanyekan oleh pemerintah guna memutus rantai penularan virus corona. Oleh karena itu, Needs menyediakan mesin jual otomatis masker.

Needs Indonesia resmi beroperasi pada Juli lalu. Oleh karena itu, mereka masih berfokus memperkenalkan produknya yang bersifat ‘on-demand’, salah satunya mesin jual otomatis mini.

Ada tiga ukuran mesin yakni 40x40, 60x60, dan 100x60 sentimeter (cm). Perusahaan menilai, mesin ini lebih mudah ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk toilet, karena mini. Dengan begitu, produk yang ditawarkan menjadi lebih beragam seperi pembalut, tisu, dan lainnya.

Perusahaan memilih untuk menyediakan masker, karena dibutuhkan saat pandemi corona. Terlebih lagi, mesin jual otomatis ini bersifat tanpa kontak langsung (contactless).

Bersifat nirsentuh karena konsumen hanya perlu memindai kode Quick Response (QR) pada mesin menggunakan ponsel. Pembayaran juga melalui dompet digital (e-wallet).

Perusahaan berencana menjalankan dua model bisnis. Pertama, khusus menyediakan produk kesehatan saat pandemi Covid-19. Kedua, menyewakan mesin di lokasi-lokasi yang dibutuhkan klien.

Saat ini, perusahaan baru menjalankan model bisnis penyediaan produk kesehatan. “Kami juga belum monetisasi karena masih dalam tahap perkenalan,” kata Evan.

Startup lokal tersebut juga belum memperoleh pendanaan dari investor. Modal diperoleh secara mandiri (bootstrap).

Perusahaan akan berfokus mengembangkan bisnis pada tahun depan. Salah satu caranya, dengan memperbanyak mesin dan variasi produk. Needs juga akan menyasar sektor Business to Business (B2B) seperti hotel, bar, kafe, restoran hingga tempat umum.

"Tujuan utama kami yakni memenuhi kebutuhan konsumen akhir (end-user) melalui teknologi vending machine," kata Co-Founder sekaligus CEO Needs Octa Myanda dikutip dari siaran pers, pekan lalu (18/10).

Needs akan bersaing dengan Jumpstart di bisnis ini. Jumpstart menyediakan mesin jual otomatis kopi, yang juga menggunakan IoT. Dengan begitu, konsumen tidak perlu datang ke gerai.

Sedangkan unicorn OVO merambah bisnis data dengan menyediakan mesin jual otomatis bernama OVO Smartcube pada akhir tahun lalu. Chief Data Officer OVO Vira Shanty mengatakan, mesin ini akan merekam tingkah laku dan demografi pelanggan.

Ia mengklaim, mesin tersebut mampu menganalisis data secara real-time. Data yang direkam meliputi usia, jenis kelamin, lokasi, kemampuan berbelanja (spending power) hingga perangkat (device) yang digunakan seperti ponsel atau tablet, termasuk tipenya.

Dengan begitu, “mesin itu mampu menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna,” kata Vira di Jakarta, tahun lalu (15/10/2019).

Startup teknologi finansial (fintech) pembayaran itu menargetkan penyediaan 500 mesin tahun ini dan 1.000 pada 2021.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait