Disuntik Modal Google dan Temasek, Tokopedia Berpeluang Jadi Decacorn

Tokopedia mengonfirmasi bahwa Google dan Temasek menjadi pemegang saham. Google dilaporkan memiliki 1,6% saham, sementara Temasek 3,3%.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
16 November 2020, 17:34
Disuntik Modal Google dan Temasek, Tokopedia Berpeluang Jadi Decacorn
Dok: Tokopedia
Ilustrasi Tokopedia

Perusahaan e-commerce, Tokopedia mengonfirmasi telah mendapatkan pendanaan dari Google dan Temasek. Dengan tambahan modal ini, unicorn itu berpeluang menjadi decacorn.

Namun, CEO Tokopedia William Tanuwijaya tidak menyebutkan besaran dana segar yang diterima. “Kami sangat senang menyambut Temasek dan Google sebagai pemegang saham Tokopedia,” kata dia melalui akun Instagram-nya @liamtanu, Senin (16/11).

Ia optimistis, masuknya kedua perusahaan itu akan mendorong Tokopedia untuk menjadi perusahaan yang kuat dan tumbuh berkelanjutan. “Ini supaya dapat terus mengakselerasi transformasi digital dan memeratakan ekonomi melalui teknologi di Indonesia,” ujar dia.

Sebelum memperoleh dana segar tersebut, valuasi Tokopedia disebut-sebut US$ 7,5 miliar. Untuk menjadi decacorn, valuasinya minimal US$ 10 miliar.

Asia Nikkei Review melaporkan, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 4 November, Google memegang 1,6 saham Tokopedia. Sedangkan perusahaan afiliasi Temasek yakni Anderson Investments memiliki 3,3% saham.

Dilansir dari DealStreetAsia, Temasek menyuntik modal Tokopedia US$ 500 juta atau Rp 7,3 triliun. Sedangkan Google dan lainnya US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun.

Namun, sumber Tech In Asia mengatakan bahwa nilai investasinya bukan US$ 800 juta. “Benar-benar salah,” demikian dikutip, Oktober lalu (23/10). Akan tetapi, ia tidak memerinci besarannya.

Pada Februari lalu, VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan bahwa Tokopedia membidik investor yang bisa memberikan nilai tambah, seperti Alibaba, SoftBank, dan Sequoia Capital. "Tidak hanya soal uang, tetapi juga best practice-nya. Bagaimana penerapan teknologi atau bisnis dari Alibaba di tempat lain misalnya," ujar dia, pada awal tahun (19/2).

Oleh karena itu, ketika perusahaan menemukan investor yang cocok dan bisa memberikan nilai tambah, maka bakal melakukan pendanaan. "Itu merupakan saat yang tepat bagi kami untuk menambah partner (investor)," ujar Nuraini.

(Revisi: ada perubahan pada paragraf 6, yang dihapus pada Selasa, 17 November, Pukul 11.31 WIB)

Video Pilihan

Artikel Terkait