Gojek Rombak Jajaran Pimpinan untuk Perkuat Bisnis Finansial dan GoPay

Dua CEO Gojek berbagi tugas untuk memperkuat dua bisnis besar: layanan di bawah brand Gojek dan finansial (GoPay). Sebelumnya Gojek dikabarkan membuat unit bisnis jasa keuangan, Digital Katalis.
Desy Setyowati
18 November 2020, 22:08
Perkuat Bisnis Finansial, Gojek Rombak Jajaran Pimpinan
Gojek
Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek merombak jajaran pimpinan alias chief level. Ini bertujuan memperkuat fokus manajemen pada portofolio dua bisnis besar yakni beragam layanan di aplikasi dan finansial.

Aldi Haryopratomo akan mundur dari posisi CEO GoPay per Januari 2021. Sedangkan dua Co-CEO yakni Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo akan berbagi tugas.

Kevin akan berfokus memimpin layanan Gojek, sementara Andre mengomando lini bisnis pembayaran digital dan finansial. Penguatan fokus manajemen ini efektif per Januari 2021, dan tidak berdampak terhadap struktur organisasi secara grup.

“Kami akan melanjutkan peran sebagai Co-CEO Gojek Group, namun masing-masing memiliki ruang lingkup dan tanggung jawab yang lebih spesifik ke depan,” kata Kevin dan Andre dalam pernyataan resminya, Rabu (18/11).

Perjalanan Gojek selama satu dekade
Perjalanan Gojek selama satu dekade (Gojek)

 

Itu bertujuan meningkatkan fokus dan kecepatan perusahaan dalam mengembangkan produk. Apalagi, layanan inti Gojek sudah mencetak margin kontribusi (margin contribution) positif pada 2020.

Nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) juga tumbuh 10% menjadi US$ 12 miliar atau Rp 170 triliun sejak awal tahun. Transaksi GoPay meningkat 2,7 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) per Oktober.

“Guna terus mendorong pertumbuhan ini, kami harus memiliki struktur yang tepat untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menyongsong masa yang akan datang,” kata keduanya. “Ini waktu yang tepat untuk melihat kembali bisnis dan memastikan Gojek dapat berjalan semakin optimal.”

Keduanya menilai, dua bisnis besar yakni layanan di bawah merek (brand) Gojek dan finansial tumbuh semakin kuat. Sedangkan pada setiap portofolio membutuhkan keahlian dan fokus yang berbeda.

Oleh karena itu, Gojek memutuskan untuk mengoptimalkan tim agar bisa memaksimalkan pertumbuhan di kedua bisnis tersebut. Andre misalnya, memimpin tiga unit usaha yaitu pembayaran digital atau GoPay, layanan jasa keuangan seperti paylater, serta solusi business to business (B2B) dan merchant.

Chief Operating Officer Gojek Hans Patuwo, yang menjabat selama tiga tahun, akan beralih memimpin GoPay. Lalu, Head of Merchants Gojek Ryu Suliawan bakal mengomando solusi B2B dan merchant.

Saat ini, bisnis keuangan Gojek masih dipimpin oleh Aldi. Mulai tahun depan, Andre, Hans, dan Ryu yang akan mengembangkan lini usaha ini.

“Setelah kinerja luar biasa selama tiga tahun membangun bisnis pembayaran, Aldi akan mundur dari perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, GoPay berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari cara masyarakat Indonesia bertransaksi,” kata Andre.

Aldi bersyukur menjadi bagian dari perkembangan GoPay. “Saya yakin bahwa perusahaan akan terus memberikan akses ke layanan keuangan bagi masyarakat yang paling membutuhkan," ujar dia.

Di satu sisi, Gojek juga sempat dikabarkan membuat unit bisnis baru di bidang jasa keuangan, Digital Katalis atau DKatalis. Kantor pusat perusahaan tersebut di DKI Jakarta.

Berdasarkan laman resminya di LinkedIn, layanan DKatalis mencakup Jakarta, Indonesia, Singapura, dan Pune India. Pada bagian gambaran umum, perusahaan termasuk dalam ekosistem Gojek.

“DK (singkatan dari Digital Katalis) bercita-cita menciptakan layanan keuangan digital paling bernilai di balik ekosistem Gojek,” demikian dikutip dari laman resmi DKatalis di LinkedIn, akhir tahun lalu (21/11/2019).

Perusahaan belum menyebutkan secara rinci terkait layanan yang bakal disediakan. Namun, DKatalis merekrut pegawai divisi technical lead dan engineer di Pune, India, pada akhir tahun lalu.

Sebelumnya, DealStreetAsia melaporkan, dalam pengajuan izin ke Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) di Singapura, DKatalis Private Limited menggambarkan dirinya sebagai platform teknologi untuk layanan keuangan.

Dalam dokumen itu, tertera nama Jerry Ng sebagai direktur. Namun, belum ada keterangan pasti apakah Jerry Ng yang dimaksud merupakan pemegang saham Bank Jago.

Video Pilihan

Artikel Terkait