Transaksi Alibaba Rp 1.049 T Saat 11.11, Ada 583 Ribu Pesanan / Detik

Transaksi bruto Alibaba saat festival belanja 11.11 mencapai US$ 74,1 miliar. Raksasa e-commerce Tiongkok ini memutakhirkan teknologi untuk memproses 583 ribu pesanan per detik.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
19 November 2020, 12:20
Teknologi Alibaba yang Ungkit Transaksi 11.11 hingga Rp 1.049 Triliun
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Logo Alibaba Group terlihat di kantor pusat perusahaan tersebut di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok, Senin (18/11/2019).

Raksasa e-commerce, Alibaba mencatatkan nilai transaksi bruto (gross merchandise volume/GMV) 498,2 miliar yuan atau sekitar US$ 74,1 miliar (Rp 1.049,3 triliun) selama 11 hari dalam festival belanja 11.11. Perusahaan asal Tiongkok ini menerapkan sejumlah teknologi untuk mendukung gelaran pesta diskon ini.

Chief Technology Officer of Alibaba Group Li Cheng mengatakan, pesanan mencapai 583 ribu per detik selama hampir setengah menit pada tengah malam 11 November. “Teknologi Alibaba  lulus dari ujian terberat ini,” kata dia dikutip dari siaran pers, Kamis (19/11).

Platform komputasi (cloud) real-time Alibaba, yang didukung oleh Apache Flink, memproses empat miliar item per detik selama puncak pesanan. Platform data warehouse, MaxCompute menangani 1,7 miliar gigatbyte data per hari  selama 11 hari. Ini setara memproses 230 foto resolusi tinggi dari tujuh miliar orang.

Basis data cloud-native PolarDB mencetak rekor baru dengan 140 juta kueri per detik selama Pukul 11.11 pada 11 November. Sedangkan AnalyticDB memproses 7,7 triliun baris data secara real-time atau setara 15 kali lipat data arsip web Inggris di British Library.

Kedua basis data itu juga membantu layanan pos resmi Tiongkok, China Post menangani lebih dari 100 juta pesanan selama 11.11. Sekitar 100 ribu pelanggan mengecek status paket secara online dan real-time.

Kemudian, ada puluhan ribu siaran langsung (live streaming)  di Taobao Live. Untuk mendukung ini, Alibaba memakai solusi saluran pita sempit atau narrow-bandwidth dan video definisi tinggi, seperti teknologi real-time streaming (RTS) untuk mengurangi latensi.

Taobao Live juga meluncurkan layanan pembawa acara virtual. Ini dengan mengadopsi teknologi multi-modul DAMO Academy Alibaba (DAMO, termasuk Natural Language Processing (NLP), Image Recognition, Text-to-Speech (TTS), dan cloud rendering.

Lalu, layanan ritel AliExpres meluncurkan fitur penerjemah livestreaming real-time dari bahasa mandarin ke Inggris, Rusia, Spanyol, serta Prancis. Lebih dari 70% pedagang AliExpress memanfaatkan layanan ini. Selain itu, delapan juta pemirsa global menonton lebih dari 9.000 livestreaming selama festival.

Taobao juga menyediakan tur virtual dengan visual 3D untuk barang-barang mahal seperti rumah dan mebel, yang didukung mesin pembelajar (machine learning).  Ada lebih dari 100 ribu ruang pameran menggunakan 3D virtual saat 11.11.

Alibaba pun mencatat, tidak ada durasi waktu henti atau downtime selama periode pesta diskon 11.11. Oleh karena itu, lini bisnis komputasi awannya, Alibaba Cloud meningkatkan kapasitas menjadi satu juta container dalam sejam.

Pemutakhiran itu memungkinkan pengurangan sumber daya komputasi hingga 80% untuk setiap 10 ribu transaksi. Ini juga didukung oleh MaxCompute, PolarDB, dan AnalyticDB.

Raksasa e-commerce Tiongkok itu juga menggunakan teknologi hijau mutakhir, termasuk cairan pendingin (liquid cooling) dan energi angin, di lima hyperscale data center. Cairan pendingin khusus misalnya, memungkinkan perusahaan mengurangi konsumsi energi hingga 70% lebih.

“Analitik big data dan platform penyajian kami teruji selama waktu puncak festival belanja 11.11,” kata Senior Fellow of the Computing Platform,Alibaba Cloud Intelligence Yangqing Jia.

Video Pilihan

Artikel Terkait