Riset: Gen Z Rajin Beri Sumbangan, Donasi Digital Melonjak 72%

Gopay dan Kopernik mencatat, donasi digital naik 72% selama pandemi corona. Kontribusi derma Gen Z mencapai 51%, meski dari sisi nilai kalah dibandingkan Gen X.
Image title
7 Desember 2020, 20:35
Riset GoPay: Gen Z Masif Bederma, Donasi Digital Naik 72%
Gojek
(Ki-Ka) Vice President Public Affairs Gojek Siti Astrid Kusumawardhani, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Aizzudin Abdurrahman, Head of Corporate Communication Go-Pay Winny Triswandhani, Bendahara Umum PBNU Dr. Ing KH. Bina Suhendra, Ketua NU Care LazisNU H. Achmad Sudrajat memindai QR-Code untuk pembayaran zakat, infaq dan sedekah melalui GoPay di Jakarta (16/7/2019).

Riset GoPay dan Kopernik menunjukkan, nilai donasi digital rata-rata naik 72% selama pandemi corona. Studi juga menggambarkan bahwa derma dari generasi Z atau masyarakat usia di bawah 24 tahun meningkat.

Jumlah donatur yang menggunakan layanan digital juga naik 9% menjadi 76%. “Bahkan peningkatan (di beberapa platfrom) sampai dua kali lipat per tahun," kata Associate Manager Kopernik Kevin Prathama dalam acara peluncuran ‘GoPay Digital Donation Outlook 2020’, Senin (7/12).

Dibandingkan empat tahun lalu, nilai dan volume donasi melalui platform digital meningkat 13 kali lipat. “Donasi digital diminati karena ada kredibilitas dan lebih mudah dibandingkan konvensional,” ujar dia.

Riset itu juga menunjukkan, donasi di semua kelompok usia meningkat. Bahkan, porsi Gen Z melonjak dari 35% menjadi 51%. Sedangkan persentase milenial atau usia 24-39 tahun naik dari 31% menjadi 40%. Kemudian, Gen X atau berusia 40-55 tahun meningkat dari 24% ke 31%. 

Meski begitu, nominal donasi dari Gen X merupakan yang terbesar yakni rata-rata Rp 124 ribu selama pandemi Covid-19. Milenial Rp 113 ribu, sementara Gen Z Rp 80 ribu.

Dari sisi intensitas, milenilal yang paling sering berdonasi yakni 1,8 kali. Sedangkan Gen X 1,5 kali dan Gen Z 1,2 kali.

Secara keseluruhan, donasi keadilan sosial dan kesehatan yang paling banyak diberikan selama pandemi virus corona yakni 28% dan 27%. Sisanya yakni keagamaan 16%, bencana 12%, pendidikan 5%, serta lingkungan dan perlindungan hewan masing-masing 4%.

Riset bertajuk GoPay Digital Donation Outlook 2020 tersebut menggunakan metode purposive sampling terhadap 1.319 responden di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Survei dilakukan pada Maret hingga Oktober.

Selain itu, GoPay dan Kopernik meriset dengan metode wawancara kualitatif terhadap 15 pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Sosial, perusahaan swasta hingga lembaga atau organisasi nonprofit.

CEO Kitabisa.com Alfatih Timur memperkirakan, Gen Z masif berdonasi digital ke depan. Sebab, nominalnya kecil atau micro giving.

"Tren ke depan, banyak didominasi donatur baru, yang masih muda seperti siswa SMP dan bahkan SD," ujarnya. "Kalau ada saldo e-money dan melihat di media sosial ada yang membutuhkan, mereka langsung donasi digital."

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata menambahkan, donasi digital di platform-nya meningkat dua kali lipat selama pandemi corona. Nilainya Rp 102 miliar selama Maret hingga Oktober.

"Kami melihat trennya meningkat terus karena ada kemudahan transaksi," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait