Bank di Indonesia Dinilai Belum Siap Jadi Neobank pada Tahun Depan

Singapura sudah memberikan lisensi bank digital kepada induk Shopee hingga Grab. Sedangkan bank di Indonesia dinilai belum siap menjadi neobank pada tahun depan.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
16 Desember 2020, 10:13
Bank di Indonesia Dinilai Belum Siap Jadi Neobank pada Tahun Depan
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi ATM

Singapura sudah memberikan lisensi kepada sejumlah perusahaan untuk menyediakan layanan bank digital. Sedangkan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, bank di Indonesia belum siap menjadi neobank pada 2021.

Neobank yakni bank yang operasionalnya dilakukan secara online sepenuhnya atau tanpa kantor fisik. “Indonesia belum ke arah sana. Harus ada lisensinya terlebih dulu,” kata Ekonom Senior Indef Aviliani dalam acara ‘Diskusi Publik Menatap Masa Depan Fintech dan UMKM 2021’ Selasa (15/12).

Ia menilai, perbankan di Indonesia baru sebatas memperluas layanan digital pada 2021. Selain itu, mereka masih membuka banyak cabang. "Ini tidak mungkin dihilangkan begitu saja," ujarnya.

Meski begitu, ia memperkirakan bank akan masif menggandeng startup teknologi finansial (fintech) pada tahun depan untuk memperkuat layanan digital. "Bank butuh (sarana untuk) menjangkau ke segmen yang belum terjangkau selama ini," ujarnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi pemberi pinjaman atau lender insitusi di fintech pembiayaan (lending) terus meningkat sejak Januari hingga September. Kenaikan tertinggi yakni dari 0,22% pada Juli menjadi 0,33% di Agustus, sebagaimana terlihat pada Tabel di bawah ini:

 

Jumlah Rekening Lender

Porsi Lender Institusi

Desember 2019

605.935

0,2%

Januari

616.000

0,2%

Juli

663.865

0,22%

Agustus

669.580

0,33%

September

681.632

0,34%

Sumber: OJK

Aviliani memperkirakan, tren kolaborasi bank dan fintech tetap berlansung meski neobank muncul di Tanah Air. Ini karena fintech mempunyai keunggulan dari sisi inovasi dan teknologi.

Bank Mandiri dan BCA misalnya, menggandeng fintech lending Akseleran. Bank Mandiri juga menggaet Investree. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

Fintech

Bank yang Digaet

Akseleran

BCA, Bank Mandiri, BPR Supra, Bank J Trust Indonesia, Bank SulutGo, Bank Permata, CIMB Niaga, BNI, BRI

Investree

Bank Danamon, Bank Mandiri, BRI Syariah, Bank SulutGo

Akulaku

Bank Yudha Bhakti

Kredivo

Bank Permata

KoinWorks

Bank Mandiri

Amartha

Bank Mandiri dan Bank Jatim

Crowde

Bank Mandiri

Adakami

Bank SulutGo

Fintag

Bank SulutGo

Pintek

Bank SulutGo

Modalku

Bank Sinarmas

Modal Rakyat

BRI, BRI Agro

Danain

Bank Ganesha

Catatan: Kerja sama berupa channeling dan lainnya. Jumlah fintech dan bank yang bekerja sama bisa lebih dari yang ada di tabel.

Sumber: data diolah Katadata

OJK pun berencana membuat regulasi terkait kolaborasi bank dan fintech. "Regulasi itu masih dalam bentuk kajian. Kalau diperlukan, bakal disusun regulasinya," ujar Deputi Komisioner Institute dan Keuangan Digital OJK Sukarela Batunanggar kepada Katadata.co.id, Juli lalu (27/7).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Video Pilihan

Artikel Terkait