Induk Shopee Akuisisi Bank BKE, Bakal Jadi Bank Digital?

Sea Group dikabarkan mengakuisisi BKE melalui anak usaha. Rumor ini datang di saat induk Shopee itu memperoleh lisensi bank digital, dan pesaingnya, Gojek merambah bisnis bank.
Desy Setyowati
14 Januari 2021, 16:26
Induk Shopee Akuisisi Bank BKE, Bakal Jadi Bank Digital?
shopeepay.co.id
Ilustrasi platform Shopee

Induk usaha e-commerce Shopee, yakni Sea Group, dikabarkan tengah menanti restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi pengendali Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE). Kabar itu datang di saat raksasa teknologi ini memperoleh izin bank digital di Singapura.

Sea Group mengakuisisi BKE melalui anak usaha, Turbo Cash Hong Kong Limited. Korporasi yang berkantor di Hong Kong ini memiliki saham BKE melalui PT Danadipa Artha Indonesia, perusahaan yang secara resmi tercatat sebagai pemegang saham mayoritas bank tersebut.

Manajemen SEA Group belum merespons upaya konfirmasi dari Katadata.co.id. Sedangkan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat masih harus mengecek terkait kabar ini.

Ia juga tidak berkomentar terkait benar tidaknya OJK meminta investor baru yang ingin mengambil alih mayoritas saham bank di atas ketentuan, untuk membeli lebih dari satu bank, seperti BCA.

“Saya cek dulu. Kalau dari sisi ketentuan, pada Desember 2020 bank diminta memiliki modal inti minimal Rp 1 triliun. Pada akhir tahun ini, minimalnya Rp 2 triliun,” kata Teguh kepada Katadata.co.id, Kamis (14/1).

Langkah tersebut dinilai mempercepat ambisi perusahaan untuk memantapkan dirinya sebagai pemimpin di bidang teknologi dan layanan keuangan di Asia Tenggara. Sea pun mengumpulkan hampir US$ 3 miliar dalam penawaran saham bulan lalu. Dana ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis.

Setelah mengembangkan bisnis e-commerce lewat Shopee dan gim online melalui Garena, Sea Group menyasar bisnis bank digital. Perusahaan ini pun memperoleh lisensi bank digital penuh atau DFB dari otoritas keuangan Singapura (MAS) pada bulan lalu (4/12/2020).

Selain Shopee, konsorsium Grab-Singapore Telecommunications Limited (Singtel) memperoleh lisensi serupa. MAS memperkirakan, bank berbasis online baru beroperasi pada awal 2022.

Dikutip dari Reuters, para analis menilai bahwa kehadiran pemegang lisensi itu akan berdampak kecil terhadap tiga bank lokal besar yakni DBS Group Holdings, Oversea-Chinese Banking Corp dan United Overseas Bank. Akan tetapi, mereka dapat menggunakan kesempatan itu untuk memperluas layanan ke pasar Asia Tenggara lainnya.

Sebulan setelah mendapatkan lisensi bank digital, kabar Sea Group mengakuisisi BKE semakin kencang. Utamanya, setelah pengumuman perekrutan karyawan di laman “Karier” Shopee muncul beberapa waktu lalu. Mereka tengah mencari tenaga kerja untuk ditempatkan di SeaMoney – Bank BKE, yang merupakan bagian dari Sea Group.

Dikutip dari KrAsia, analis yang mengetahui kabar tersebut mengatakan, bank baru itu kemungkinan akan menawarkan pinjaman kepada mitra penjual di ekosistem Shopee. “Untuk perusahaan teknologi seperti Shopee dan Gojek, saya memperkirakan layanan perbankan dapat membantu masyarakat yang sudah ada di ekosistemnya,” kata dia dikutip dari KrAsia, pekan lalu (6/1). Ia mencontohkan, seperti kredit kendaraan bermotor, kredit perumahan.

Kabar aksi korporasi itu juga datang ketika Gojek melalui GoPay menambah saham di Bank Jago menjadi 22%. Jika rumor ini benar, Sea Group memperluas persaingannya dengan Gojek. Induk Shopee itu meluncurkan layanan teknologi finansial (fintech) pembayaran lewat ShopeePay, yang menjadi pesaing GoPay.

Reporter: Desy Setyowati, Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait