Kopi Kenangan Akan Ekspansi ke Malaysia dan Thailand Akhir Tahun Ini

Kopi Kenangan berencana merambah Malaysia dan Thailand pada akhir tahun ini. Peretail minuman ini juga menargetkan bisa IPO pada 2023.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
19 Januari 2021, 16:27
Kopi Kenangan Target Rambah Malaysia dan Thailand pada Akhir 2021
Kopi Kenangan
Kopi Kenangan

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Startup kuliner Kopi Kenangan berencana merambah Thailand dan Malaysia pada kuartal III atau IV 2021. Peretail minuman dengan konsep grab and go ini akan mengandalkan dana segar dari pendanaan seri B US$ 109 juta atau sekitar Rp 1,62 triliun yang diraih Mei 2020 lalu untuk ekspansi.

Pendiri sekaligus CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata belum dapat memerinci besaran dana yang disiapkan untuk merambah pasar Malaysia dan Thailand. Akan tetapi, “kami sudah dapat US$ 109 juta. Itu lebih dari cukup,” kata dia dalam acara Editor Gathering virtual, Selasa (19/1).

Ia menyampaikan, ekspansi ke negara tetangga merupakan salah satu fokus bisnis tahun ini. Namun, Kopi Kenangan tetap memantau perkembangan pandemi corona di kedua negara tersebut. “Jika parah, investasi dan jumlah gerainya sedikit. Begitu pun sebaliknya,” ujar dia.

Edward bercerita, Malaysia dan Thailand dipilih karena budaya atau minat masyarakat terhadap kopi mirip Indonesia. “Kami juga melihat, konsumen di kedua negara siap dengan grab and go,” katanya.

Berdasarkan studi internal, pelanggan di kedua negeri jiran itu pun menyukai minuman dengan krim dan susu.

Saat ini, perusahaan sudah memulai proses perekrutan tenaga kerja di kedua negara tersebut. Menu dan desain juga telah siap. “Hanya menunggu momentum. Setelah itu, kami siap mencari lokasi gerai,” ujar Edward.

Selain itu, Kopi Kenangan menargetkan pembangunan 400 lebih toko di beberapa kota di Indonesia, sehingga totalnya sekitar 800 pada tahun ini. Nilai investasinya sekitar Rp 200 miliar.

Perusahaan akan mengandalkan teknologi untuk mengetahui daerah mana saja yang potensial untuk dirambah. Sejauh ini, Edward melihat ada peningkatan permintaan di kawasan perumahan selama pandemi virus corona. Ini karena pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan kerja dari rumah alias WFH.

Pada tahun lalu, Kopi Kenangan gencar membangun gerai baru di dekat perumahan. “Dengan strategi ini, kami berhasil memitigasi pengurangan pendapatan di daerah perkantoran. Jadi, kami mau membuka lebih banyak toko di area residensial,” katanya.

Capaian Kopi Kenangan pada 2020 dan Target 2021

Namun, perusahaan menyadari bahwa kualitas dan konsistensi menjadi tantangan dalam ekspansi baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, Kopi Kenangan menggelar akademi pelatihan kepada 10 ribu karyawan. Selain itu, merekrut 1.500 barista baru.

Outlet milik kami sendiri. Maka, kami berani investasi untuk meningkatkan kemampuan pegawai,” kata COO Kopi Kenangan James Prananto. “Kualitas dan konsistensi terus kami tanamkan di organisasi."

Sepanjang tahun lalu, penjualan rerata empat juta gelas per bulan. Mayoritas pembelian langsung ke gerai, yang sekitar 40% di antaranya menggunakan aplikasi Kopi Kenangan.

Sedangkan jumlah pengguna mencapai satu juta. Jumlah transaksi pun meningkat 100% pada tahun lalu.

Kopi Kenangan juga menambah sekitar 200 gerai baru pada tahun lalu. “Kami membangun toko yang mudah dijangkau, jadi mayoritas pembelian langsung,” kata CMO Kopi Kenangan Cynthia Chaerunnisa.

Peretail minuman itu pun merambah produk baru yakni roti dengan nama Cerita Roti pada akhir 2020. Pada tahun ini, Kopi Kenangan ingin menyediakan kukis dan ayam goreng.

Perusahaan juga berencana membangun museum kopi Indonesia, setidaknya satu pada tahun ini. 

Edward mengatakan, kondisi likuiditas perusahaan aman selama pandemi Covid-19, karena telah memperoleh pendanaan pada awal tahun lalu. Kopi Kenangan tak berencana menggalang putaran investasi pada tahun ini.

“Kami merasa perlu bebenah secara internal. Harus mencapai target-target dulu, baru memikirkan pendanaan,” kata dia. Sedangkan pencatatan saham perdana atau IPO ditarget pada 2023.

Reporter: Desy Setyowati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait