Gojek: Pendapatan GoFood Tumbuh 20 Kali, Terbanyak Dipesan Ayam Goreng

Pendapatan GoFood tumbuh 20 kali dalam empat tahun terakhir dan mencetak margin positif pada 2020. Namun, mengacu data Momentum Works, pesaing GoFood, yaitu GrabFood punya nilai transaksi lebih besar.
Desy Setyowati
22 Januari 2021, 13:47
Gojek Sebut Pendapatan GoFood Tumbuh 20 Kali Lipat
Gojek
(kiri-kanan) Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, Co-Owner Ban-Ban Wenny Chen, dan Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo saat acara peluncuran inovasi terbaru GoFood di Jakarta (16/1/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek mengatakan bahwa pendapatan dari GoFood meningkat 20 kali dalam empat tahun terakhir. Meski begitu, mengacu data Momentum Works, pesaing GoFood yaitu GrabFood milik Grab memiliki nilai transaksi bruto atau GMV lebih besar.

Gojek menyampaikan, GoFood berhasil mencatat kontribusi margin positif pada tahun lalu. “Kesetiaan pelanggan dan mitra usaha selama ini membuat GoFood mampu mempertahankan kinerja bisnis yang positif,” kata Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo dikutip dari siaran pers, Jumat (22/1).

Ia mengatakan, perusahaan konsisten berinovasi. Teknologi GoFood juga memungkinkan pelanggan mengandalkan platform untuk pesan-antar makanan, sekaligus mengeksplorasi lebih dari 20 juta item menu kuliner di Indonesia.

Catherine juga menyampaikan bahwa GoFood meraih peringkat pertama sebagai aplikasi ramah pengguna alias user experience (UX). Layanan pesan-antar makanan Gojek ini mengalahkan 46 pesaing dari 17 negara, termasuk UberEats asal Amerika Serikat, serta Swiggy dan Zomato di India.

GoFood juga menempati urutan kedua dalam hal pengalaman pelanggan (customer experience/ CX). Peringkat ini berdasarkan studi lembaga riset global UXalliance, Usaria, dan Somia CX berjudul ‘Delivery Apps in Time of Covid-19: Global Benchmark’.

“Seluruh upaya kami membantu pelanggan beradaptasi di masa pandemi corona, mulai dari pengembangan teknologi, edukasi protokol kesehatan, serta kejelasan informasi dan komunikasi di aplikasi membuahkan hasil,” kata dia.

Gojek pun telah menggaet 750 ribu mitra usaha kuliner per tahun lalu. Jumlahnya meningkat 50% dibandingkan 2019.

Decacorn Tanah Air itu pun rutin melaporkan tren kuliner di Indonesia. Pada tahun lalu, GoFood mencatat bahwa ayam goreng dan kopi susu mendominasi permintaan pesan-antar makanan.

Selain itu, ada tiga menu baru yang menjadi favorit selama pandemi corona yakni mi pedas, minuman mix berbahan dasar susu segar, dan dimsum goreng jenis udang rambutan.

Gojek memperkirakan ada tiga menu yang diminati pada tahun ini, yaitu kue dalam kemasan atau dessert box, kuliner berbahan dasar milo, dan rice bowl. Ini berdasarkan tingkat jumlah pesanan dan jumlah pencarian di akhir tahun lalu.

“GoFood mengedepankan teknologi personalisasi, serta berfokus menjadi destinasi dan referensi kuliner utama di Indonesia,” kata dia. Teknologi ini akan hadir pada beberapa fitur.

Namun data Momentum Works menunjukkan nilai transaksi bruto atau GMV GrabFood US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun pada 2020. Sedangkan GoFood hanya US$ 2 miliar atau Rp 28 triliun.

Grab pun menyumbang hampir setengah dari total GMV pesan-antar makanan di Asia Tenggara sepanjang tahun lalu, meski ada pandemi virus corona. Secara total, kontribusi Indonesia merupakan yang terbesar di regional yakni US$ 3,7 miliar.

Transaksi pesan-antar makanan di Asia Tenggara pada 2020
Transaksi pesan-antar makanan di Asia Tenggara pada 2020 (Momentum Works)

 

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait