Fintech Pendidikan Gaet UMKM & Lowongan Kerja untuk Tekan Kredit Macet

Pendapatan sebagian masyarakat turun akibat pandemi corona, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan membayar pinjaman. Fintech pendidikan Pintek dan Cicil menyiapkan strategi untuk tekan kredit macet.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
22 Januari 2021, 18:25
Fintech Pendidikan Tekan Kredit Macet: Gaet UMKM & Buka Lowongan Kerja
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.
Guru membagikan buku pelajaran kepada pelajar pada hari pertama sekolah tatap muka di SD Negeri 42, Banda Aceh, Aceh, Senin (4/1/2021).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pelajar dan mahasiswa ikut terkena dampak pandemi corona. Untuk menekan kredit macet, perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) khusus pendidikan Pintek dan Cicil pun menggaet Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga membuat fitur lowongan kerja.

Pintek memilih untuk merambah sektor UMKM di tengah pandemi Covid-19. Namun, pelaku usaha yang disasar tetap terkait pendidikan seperti penyedia barang dan jasa di Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). 

Sistem itu dibuat pemerintah untuk mengoordinasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam pengadaan barang dan jasa sekolah seperti buku, seragam, barang elektronik, dan lainnya.

Pinjaman yang diberikan untuk mengoptimalkan permodalan (UMKM),” kata Co-Founder sekaligus Direktur Utama Pintek Tommy Yuwono dalam siaran pers, Kamis (21/1). Perluasan pembiayaan ini untuk meningkatkan transaksi, tetapi tetap meminimalkan risiko kredit.

Sebelumnya, Tommy mengatakan bahwa risiko pembiayaan untuk pelajar, mahasiswa maupun institusi pendidikan cukup tinggi karena bersifat konsumtif dan tidak ada jaminan. Saat pagebluk virus corona, risiko meningkat karena pendapatan sebagian masyarakat menurun.

Akibat kondisi itu, kebutuhan pembiayaan untuk pendidikan meningkat. Pintek mencatat, permintaan pinjaman di sektor ini naik 10 kali lipat per Juli 2020 dibandingkan 2019.

Sedangkan untuk UMKM, fintech bisa berbagi data dalam rangka analisis risiko kredit lewat pusat data fintech lending alias pusdafil. Juru bicara Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, sistem itu disesuaikan dengan performa UMKM saat ini.

“Sistemnya bergerak dinamis, menyesuaikan profil peminjam yang sebagian besar UMKM,” kata Andi kepada Katadata.co.id, Kamis (21/1). Dengan begitu, fintech dapat mengantisipasi risiko kredit macet.

Fintech pendidikan lainnya, Cicil memilih untuk meluncurkan fitur Cicil Jobs pada tahun lalu. Melalui fitur ini, mahasiswa peminjam dapat melamar pekerjaan sebagai tenaga survei, pengulas UMKM hingga influencer.

Perusahaan meluncurkan fitur Cicil Jobs untuk meningkatkan kemampuan mahasiwa membayar. Peminjam bisa mencari dan melamar pekerjaan melalui fitur anyar itu.

Co-Founder sekaligus CEO Cicil Edward Widjonarko mengatakan, strategi itu dilakukan, sebab kemampuan mahasiswa peminjam membayar cicilan menurun selama pandemi corona. 

Tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman maksimal 90 hari setelah jatuh tempo atau TKB 90 mencapai 97,22% per September 2020. Kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Cicil pun meningkat menjadi 1% pada masa pagebluk ini.

"Kami harus bertanggung jawab. Bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi juga pemberi pinjaman (lender),” kata Edward saat konferensi pers virtual, September tahun lalu (11/9/2020).   

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait