Transaksi Produk Kuliner di Tokopedia Melonjak 200% saat Pandemi

Transaksi produk kuliner di fitur Tokopedia Nyam melonjak tiga kali lipat selama pandemi corona. Tokopedia ingin memperluas cakupan layanan dan menambah produk makanan pada tahun ini.
Image title
28 Januari 2021, 17:13
Transaksi Produk Kuliner di Tokopedia Melonjak 200% saat Pandemi
Tokopedia
Fitur Tokopedia Nyam di platform Tokopedia

Perusahaan e-commerce Tokopedia meluncurkan program kampanye penjualan produk kuliner Tokopedia Nyam pada awal tahun lalu atau ketika virus corona pertama kali muncul di Indonesia. Sejak saat itu, transaksinya melonjak hingga tiga kali lipat atau 200%.

AVP of Category Development for FMCG and Long Tail Categories Tokopedia Jessica Stephanie Jap mengatakan, fitur itu menyediakan produk siap masak hingga yang bisa langsung dimakan. “Layanan ini berkembang tiga kali lipat," katanya dalam media briefing virtual ‘Tokopedia Nyam! Selalu Ada, Selalu Bisa Bikin Kenyang’, Kamis (28/1).

Khusus untuk kategori makanan siap masak, transaksi naik 3,5 kali lipat per akhir tahun lalu. Jumlah penjual kategori ini pun meningkat tiga kali lipat.

Selama pandemi corona, produk kuliner yang paling diminati yakni kopi literan, makanan ala Korea Selatan seperti tteokbokki, dan camilan.

Untuk layanan pengiriman, Tokopedia berkolaborasi dengan perusahaan logistik seperti JNE dan Tiki. Untuk pengantaran jarak dekat yang membutuhkan kecepatan pengiriman, unicorn itu menggaet Gojek dan Grab. 

Jessica mengatakan, perusahaan berencana memperluas cakupan layanan dan memperbanyak produk kuliner pada tahun ini. "Impian kami bisa memperbesar skala, dan memberi panggung seluas-luasnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," kata dia.

Ia optimistis, permintaan produk kuliner Tokopedia semakin meningkat pada tahun ini. "Lanskap bisnis food and beverage (FnB) akan terus berkembang, terutama online," ujarnya.

Salah satu mitra Tokopedia Nyam yakni pemilik Mad Bagel, Prima Hayuningputri mengatakan, transaksi meningkat 270% sejak bergabung pada Juli 2020 lalu. Sedangkan pemilik usaha Dimsum 49, Muhammad Kautsar mengalami kenaikan penjualan dua kali lipat sejak bermitra pada September tahun lalu.

Pesaingnya yakni Shopee juga merambah layanan kuliner lewat ShopeeFood pada April 2020. E-commerce Singapura itu bahkan merekrut mitra pengemudi untuk ShopeeFood pada akhir tahun lalu.

Akan tetapi, Shopee belum berkomentar mengenai perekrutan tersebut. Namun, perusahaan mencatatkan peningkatan penjualan produk kuliner secara berulang emapt kali lipat per Juli 2020.

Anak usaha Sea Group itu pun mengurasi lebih dari 500 mitra penjual makanan dan minuman siap saji per Oktober tahun lalu. Namun, pengantaran produk kulinernya juga masih menggunakan jasa Gojek dan Grab. Walaupun kini Shopee tampaknya merekrut mitra pengemudi.

CEO perusahaan venture builder yang berbasis di Singapura, Momentum Works, Li Jianggan menilai bahwa masuknya Tokopedia dan Shopee di bisnis kuliner merupakan strategi untuk mendongkrak pendapatan. "Ini akan menarik," kata dia saat konferensi pers virtual, Kamis (28/1).

Dalam riset Momentum Works bertajuk ‘Food Delivery Platforms in Southeast Asia’, nilai transaksi bruto atau GMV pesan-antar makanan di Asia Tenggara diperkirakan US$ 11,9 miliar pada 2020. Indonesia berkontribusi paling besar, sebagaimana terlihat pada Databoks di bawah ini:

Di Indonesia, layanan pesan-antar makanan diminati selama pandemi Covid-19. Ini tecermin pada Databoks di bawah ini:

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait