Himpun Transaksi Rp 210 T, BukuWarung Disuntik Investor Silicon Valley

Startup BukuWarung meraih pendanaan dari modal ventura yang berbasis di Silicon Valley, Rocketship.vc. Perusahaan mencatatkan transaksi lebih dari US$ 15 miliar atau Rp 210,3 triliun di platform.
Desy Setyowati
3 Februari 2021, 10:59
Transaksi Rp 210 T, BukuWarung Disuntik Pemodal Ventura Silicon Valley
BukuWarung
Salah satu mitra pedagang BukuWarung

Startup teknologi finansial (fintech) yang berfokus pada digitalisasi warung, BukuWarung meraih pendanaan dari modal ventura yang berbasis di Silicon Valley, Rocketship.vc. Perusahaan mencatatkan transaksi lebih dari US$ 15 miliar atau Rp 210,3 triliun di platform.

Co-Founder sekaligus Presiden BukuWarung Chinmay Chauhan tidak memerinci besaran dana yang diperoleh dari Rocketship.vc. Ia hanya menyampaikan bahwa nilainya lebih besar dibandingkan yang didapat dari Y-Combinator.

Ia menyampaikan, dana segar digunakan untuk memperbesar tim teknologi agar bisa meluncurkan lebih banyak produk dan fitur. Pada tahun ini, BukuWarung ingin menyediakan produk monetisasi seperti kredit dan memperluas fitur solusi pembayaran.

“Berbeda dengan pemain lain, kami kini meraih pendapatan melalui solusi pembayaran. Namun, kami juga menempatkan pembayaran sebagai cara untuk masuk ke peluang monetisasi lewat layanan finansial lain,” kata Chinmay dalam siaran pers, Rabu (3/2).

Ia mengatakan, teknologinya memungkinkan pedagang menyimpan segala jenis transaksi termasuk utang, pengeluaran, dan penjualan. Dia mengklaim, penjual menerima pembayaran utang tiga kali lebih cepat.

Pedagang juga bisa mengelola stok, membuat faktur, mengirim pengingat pembayaran, menagih pembayaran menggunakan faktur, dan membayar pemasok. Selain itu, dapat memantau arus kas melalui laporan bisnis.

Perusahaan juga meluncurkan Tokoko, yang memungkinkan pedagang membuka toko online. UMKM bisa mencantumkan daftar produk, mengelola pesanan, menerima pembayaran, pengantaran barang, dan berbicara dengan pelanggan.

Platform itu digunakan oleh 500 ribu pedagang. Secara keseluruhan, BukuWarung menggaet lebih dari 3,5 juta pedagang di 750 kota dan kota kecil di Indonesia. Sebagian besar berada di tingkat (tier) dua dan tiga.

BukuWarung mencatatkan transaksi lebih dari US$ 15 miliar atau Rp 210,3 triliun di platform dan memproses US$ 500 juta pembayaran. “Kepemimpinan pasar dalam layanan pembayaran merupakan hasil dari fokus kami dalam menyediakan solusi bagi kebutuhan utama pedagang,” ujar dia.

Pada tahun ini, BukuWarung berfokus menyelesaikan permasalahan pengelolaan kas dan utang di seluruh rantai nilai bisnis pedagang. Ini agar penjual terus menggunakan layanan perusahaan.

Selain itu, berfokus menjalin kemitraan. “Fokus kami kepada simplifikasi dan pengetahuan yang mendalam tentang keseharian pada pedagang, membuat kami tetap di depan. Buktinya, produk dan fitur kami menjadi standar yang dikejar oleh pemain lain,”  kata Co-Founder sekaligus CEO BukuWarung Abhinay Peddisetty.

BukuWarung didukung oleh beberapa investor seperti Y-Combinator, Quona Capital, East Ventures, AC Ventures, DST Global Partners, Golden Gate Ventures, dan Tanglin Venture Partners. Startup ini juga ditopang oleh angel investor seperti Michael Sampoerna, Co-founder Plaid William Hockey, dan pendiri Snapdeal, serta dari Grab, Gojek, Stripe, Modalku, Xendit, Airbnb, Carousell, dan Rapyd.

Managing Partner Quona Capital Ganesh Rengaswamy mengklaim, BukuWarung menjadi pemimpin pasar kurang dari setahun, karena menawarkan produk transformatif dalam mendigitalkan jutaan UMKM. “Saya antusias menyaksikan BukuWarung berevolusi menjadi sistem operasi utama bagi UMKM dalam waktu singkat,” katanya.

Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menambahkan, ada banyak UMKM yang belum terlayani produk digital. “BukuWarung memiliki kesempatan besar untuk membangun solusi yang akan memberdayakan jutaan UMKM di penjuru Tanah Air," ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait