Tesla Beli Bitcoin Rp 21 Triliun, Harganya Melonjak jadi Rp 658,6 Juta

Tesla membeli bitcoin US$ 1,5 miliar. Perusahaan milik Elon Musk ini juga menerima pembayaran atas produknya menggunakan bitcoin. Harga mata uang kripto ini langsung naik Rp 115 juta dalam sehari.
Image title
9 Februari 2021, 09:35
Tesla Beli Bitcoin Rp 21 Triliun, Harganya Melonjak jadi Rp 658,6 Juta
PXHERE.com
Ilustrasi bitcoin

Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla membeli bitcoin US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun pada Senin (8/2). Harga mata uang kripto (cryptocurrency) ini pun melonjak 19% atau US$ 8.224 (Rp 115 juta) dalam sehari.

Pada pagi hari ini, harga bitcoin pun menyentuh US$ 47.031 atau sekitar Rp 658,6 juta per koin. “Harganya melampaui US$ 45 ribu, US$ 46 ribu, dan US$ 47 ribu kurang dari satu jam pada Senin malam, didorong oleh pengumuman Tesla,” demikian dikutip dari Coindesk, Selasa (9/2).

Tesla mengatakan, pembelian bitcoin itu untuk fleksibilitas pembayaran. "Ini menjadi lebih banyak fleksibilitas, diversifikasi, dan memaksimalkan pengembalian uang tunai kami," kata Tesla dalam dokumen pengajuan kepada Securities and Exchange Commission AS, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (8/2).

Lewat pembelian tersebut, Tesla menerima pembayaran atas produknya menggunakan bitcoin. Perusahaan milik Elon Musk ini menjadi produsen mobil pertama yang menerima bitcoin sebagai alat pembayaran.

Meski begitu, Tesla mengatakan bahwa transaksi dilakukan terbatas dan tetap akan tunduk pada hukum yang berlaku.

Selain fleksibilitas pembayaran, langkah Tesla itu untuk diverfisikasi likuiditas dalam bentuk cryptocurrency. Besaran Rp 21 triliun itu mewakili sekitar 8% dari total aset tunai dan likuid Tesla US$ 19,4 miliar.

Langkah Tesla itu kemudian mendongkrak harga bitcoin hingga melampaui US$ 47 ribu per koin pada pagi hari ini (9/2). Harganya melonjak 19,17% atau sekitar Rp 115 juta dalam 24 jam terakhir.

Perkembangan harga bitcoin setelah Tesla membeli mata uang kripto ini pada Senin (8/2/2021).
Perkembangan harga bitcoin setelah Tesla membeli mata uang kripto ini pada Senin (8/2/2021). (Coindesk)

Selain karena pembelian bitcoin oleh Tesla, Elon Musk menjadi faktor pendongkrak harga bitcoin. Musk memang gemar mempromosikan mata uang kripto lewat akun Twitter, termasuk bitcoin dan dogecoin.

Musk sempat menyatakan dukungannya terhadap bitcoin saat wawancara lewat aplikasi media sosial Clubhouse. "Saya pikir saat ini bitcoin merupakan hal yang baik,” katanya dikutip dari The Guardian, Senin (8/2).  "Jadi, saya pendukung bitcoin."

Ia juga pernah mengubah bio pada akun media sosialnya menjadi "#bitcoin".

Selain bitcoin, Musk pernah mempromosikan mata uang kripto dogecoin. Harga dogecoin pun naik setelah cuitan itu.  

Pada pekan lalu, Musk membuat cuitan soal dogecoin. "Dogecoin adalah mata uang kripto masyarakat," katanya lewat akun Twitter-nya @elonmusk, minggu lalu (4/2). Setelahnya, harga dogecoin naik 50%.

Kemudian, ia membuat polling di Twitter terkait mata uang yang akan dipilih ke depan. "Antara dogecoin atau gabungan semua kripto,” kata Musk, akhir pekan lalu (6/2).

Hasilnya, dogecoin meraih suara terbanyak yakni 71,3%. Setelah polling itu, harga dogecoin naik 35%.

Harga dogecoin memang jauh lebih kecil dibandingkan bitcoin. Berdasarkan data Coindesk pada Selasa (9/2), harganya US$ 0,08 atau sekitar Rp 1.119 per koin.

Namun, cryptocurrency itu menjadi favorit CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk. Pada tahun lalu, harganya pun melonjak 592%. Berdasarkan data Coindesk, harga dogecoin naik lagi 134% dalam empat hari pada awal 2021.

Analis di Wedbush Securities Dan Ives mengatakan, pembelian bitcoin oleh Tesla merupakan langkah perubahan permainan yang potensial. "Ini untuk penggunaan bitcoin dari perspektif transaksional," katanya.

Analis aset kripto Simon Peters pun memperkirakan harga bitcoin tembus US$ 50 ribu pada akhir pekan ini. "Kami membayangkan bahwa pada waktunya, perusahaan besar lainnya akan mengikuti Tesla," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait