Instagram Ubah Algoritme untuk Cegah Video TikTok Tayang di Platform

Instagram mengembangkan sejumlah fitur mirip TikTok seperti Reels dan Stories vertikal. Anak usaha Facebook ini pun mengubah sistem agar video TikTok sulit tayang di platform.
Image title
11 Februari 2021, 09:32
Instagram Ubah Algoritme untuk Cegah Video TikTok Tayang di Platform
alexey malkin|123RF.com
Ikon aplikasi Instagram pada close-up layar iPhone

Video yang dibuat di TikTok seringkali diunggah ulang di Instagram. Anak usaha Facebook ini pun mengubah algoritme agar konten dengan logo TikTok tidak muncul di tab Reels.

Reels merupakan fitur video pendek di aplikasi Instagram. Juru bicara Instagram Devi Narasimhan mengatakan, hasil survei internal menunjukkan bahwa pengalaman pengguna fitur Reels kurang memuaskan, karena banyak konten daur ulang dari aplikasi lain seperti TikTok.

Oleh karena itu, Instagram membuat algoritme baru untuk mendeteksi konten yang memuat teks, logo hingga watermark TikTok. Setelah terdeteksi, sistem membuat video itu tak dapat ‘direkomendasikan’ di platform.

Dengan begitu, video dengan logo TikTok kecil kemungkinan untuk ditemukan oleh pengguna lain di platform.

Selain mempersulit video TikTok tampil di platform, Instagram berfokus merekomendasikan lebih banyak konten asli di tab Reels. "Kami mengembangkan apa yang dipelajari, untuk merekomendasikan video yang menyenangkan dan menghibur di bagian seperti tab Reels," ujar Devi dikutip dari The Verge, Rabu (10/2).

Perusahaan media sosial itu juga akan memberikan tips bagi pengguna lewat akun @creator, supaya kontennya dilihat banyak orang. Salah satu caranya, menggunakan fitur musik di ‘perpustakaan’ Instagram atau suara di Reels.

Sederet langkah itu dilakukan agar pengguna membuat konten sendiri di Instagram. Perusahaan seinduk (sister company) dengan WhatsApp ini juga meluncurkan sejumlah fitur seperti TikTok, termasuk Reels dan Stories vertikal.

Instagram tengah membangun fitur Stories vertikal, yang sebelumnya tampil horizontal. "Ini prototipe awal," kata juru bicara Instagram dikutip dari TechCrunch, pekan lalu (2/2).

Selain Instagram, Snapchat mengubah tampilan konten menjadi vertikal mengikuti TikTok.

Product Director Instagram Robby Stein mengatakan, TikTok memang pionir dalam hal konten dengan format video pendek. Namun, ia mengklaim bahwa Reels berbeda dengan aplikasi besutan ByteDance itu.

"Pada akhirnya, tidak ada dua produk yang persis sama. Kami juga tidak (sama seperti TikTok)," ujar Stein dikutip dari TheVerge, tahun lalu (5/8/2020).

Namun, berdasarkan laporan We Are Social bertajuk ‘Digital 2020: October Global Statshot Report’, pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) TikTok mencapai 689 juta. Sedangkan di Tiongkok, dengan nama Douyin, jumlahnya 600 juta.

Gabungan TikTok dan Douyin mencapai 1,29 miliar. Jumlahnya melebihi Instagram yang memiliki sekitar 1,1 juta pengguna aktif bulanan.

TikTok juga memiliki rata-rata engagement rate di atas Instagram. Riset Influencer Marketing Hub pada 2019 menunjukkan, persentase di TikTok berkisar 5-9% per unggahan, sementara Instagram 1-7%. Artinya, interaksi antarpengguna, seperti memberikan like dan komentar, lebih sering terjadi di TikTok.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait