Riset: Gabungan Tri - Indosat Unggul di Kecepatan Unggah & Bermain Gim

Indosat mengkaji merger dengan Tri. Riset OpenSignal memperkirakan, gabungan keduanya unggul dalam hal kecepatan unggah dan bermain gim. Namun kalah dari Telkomsel terkait kecepatan unduh.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
19 Februari 2021, 15:06
Riset: Gabungan Tri - Indosat Unggul di Kecepatan Unggah & Bermain Gim
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Sejumlah pengemudi sepedah motor melintas di depan gedung Indosat, Jakarta Pusat.

Perusahaan telekomunikasi Indosat dan Hutchison 3 Indonesia mengkaji potensi merger. OpenSignal memperkirakan, gabungan keduanya akan unggul dari sisi kecepatan unggah dan bermain gim.

Perkiraan itu berdasarkan analisis OpenSignal menggabungkan pengalaman pengguna masing-masing operator. Kajian itu menghasilkan skor gabungan yang dibandingkan dengan rata-rata nasional.

OpenSignal menggunakan empat variabel untuk melihat potensi dari perusahaan gabungan Tri dan Indosat. Keempatnya yakni pengalaman kecepatan unggahan, unduhan, serta bermain video dan gim.

"Hasilnya, pengalaman (bermain) gim dan kecepatan mengunggah mendapatkan skor lebih tinggi dibandingkan rerata nasional,” demikian isi laporan OpenSignal, dikutip dari siaran pers, Kamis (18/2).

Sedangkan pengalaman kecepatan mengunduh dan membuka platform video masih di bawah rata-rata nasional. Rinciannya dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Analisis OpenSignal terkait pengalaman konsumen menggunakan layanan internet dari gabungan Indosat dan Tri Indonesia.
Analisis OpenSignal terkait pengalaman konsumen menggunakan layanan internet dari gabungan Indosat dan Tri Indonesia. (OpenSignal)

Telkomsel masih unggul dalam hal pengalaman pengguna mengakses layanan video dan kecepatan mengunduh. Skor perusahaan berpelat merah ini di atas rata-rata nasional untuk kedua variabel ini.

"Maka, akan lebih menantang bagi perusahaan gabungan Indosat dan Tri mengejar rata-rata nasional pada dua variabel tersebut," demikian isi laporan.

OpenSignal juga menganalisis variasi skor perusahaan gabungan Tri dan Indosat berdasarkan wilayah dalam hal membuka video dan kecepatan mengunduh. Secara rinci dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Analisis OpenSignal terkait pengalaman pengguna membuka video secara online dan kecepatan mengunduh per daerah, jika menggunakan layanan internet dari
Analisis OpenSignal terkait pengalaman pengguna membuka video secara online dan kecepatan mengunduh per daerah, jika menggunakan layanan internet dari (OpenSignal)

Menurut OpenSignal, Tri dan Indosat unggul dalam kategori pengalaman mobile yang berbeda. Jika keduanya jadi bergabung, layanan meningkat pada beberapa variabel.

Akan tetapi, “membutuhkan waktu lama sebelum para pengguna kedua operator dapat melihat manfaat pada pengalaman mobile mereka," demikian isi laporan OpenSignal.

Sebelumnya, induk kedua perusahaan yakni Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understandings/MoU) untuk mengkaji potensi merger. Kajian ini berlangsung hingga 30 April.

Sumber Bloomberg yang mengetahui soal rencana konsolidasi itu mengatakan, kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham. Kedua perusahaan ditetapkan untuk menjadi pemegang saham signifikan dalam entitas gabungan.

Meski begitu, struktur dari setiap kesepakatan potensial di Indonesia belum diselesaikan. Negosiasi itu masih bisa ditunda atau bahkan dibatalkan.

Sedangkan Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia Danny Buldansyah mengungkapkan, kedua perusahaan telah mengumpulkan data. Selain itu, menunjuk consultant legal dan keuangan.

"Kemudian, kami akan mulai bertukar data," ujar Danny kepada Antara, tiga pekan lalu (3/2).

Danny mengisyaratkan bahwa nota kesepahaman antara kedua perusahaan merupakan keseriusan untuk konsolidasi. Ia optimistis, ini bakal menguntungkan semua pihak.

"Tapi, untuk merealisasikan harapan itu tentunya tidak mudah. Yang pertama, kami akan berfokus mempercepat proses merger, serta bagaimana bisa comply secara administrasi maupun regulasi," ujar dia.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Video Pilihan

Artikel Terkait