Empat Tantangan Perdagangan Bitcoin di Indonesia

Harga bitcoin makin mendekati Rp 1 miliar per koin. Potensi transaksi aset kripto di Indonesia dinilai potensial, namun menghadapi empat tantangan.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
23 Februari 2021, 14:51
Empat Tantangan Perdagangan Bitcoin di Indonesia
wikimedia.org
Ilustrasi bitcoin

Perusahaan perdagangan aset kripto Tokocrypto menilai, potensi transaksi di Indonesia cukup besar. Namun ada empat tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha di industri cryptocurrency ini.

Pertama, fluktuasi harga. "Harga bitcoin mempunyai tingkat volatilitas tinggi," kata Chief Operations Officer Tokocrypto Indonesia Teguh Kurniawan Harmanda dalam diskusi virtual bertajuk ‘Pengenalan Aset Kripto dan tutorial trial trading aset kripto’, Selasa (23/2).

Sejak awal bulan ini, harga bitcoin melonjak 146%. Berdasarkan data Coindesk, harganya sempat menyentuh US$ 58.278 atau Rp 822,3 juta per koin pada perdagangan kemarin (22/2).

Namun menurun 9,5% menjadi US$ 50.839 atau Rp 717,3 juta per koin pada Siang hari ini (23/2).

Tantangan kedua, minimnya edukasi mengenai aset virtual di Indonesia. "Terkadang masyarakat bereaksi cepat terhadap potensi aset kripto, tetapi minim edukasi dan tidak pertimbangkan banyak hal," kata Teguh.

Ketiga, industri terkait seperti perbankan dan lainnya belum sepenuhnya paham mengenai aset kripto. Bahkan, Teguh mencatat ada banyak bank yang menganggap perusahaan di bidang ini sebagai pesaing. 

Padahal, perbankan bisa masuk ke ekosistem industri aset kripto. "Kalau masuk, potensinya lebih besar," ujar dia.

Tantangan terakhir yaitu kerentanan keamanan, seperti penipuan, pencucian uang hingga pendanaan terorisme.

Di satu sisi, Teguh menilai bahwa potensi transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia besar. Faktor pendorongnya yakni jumlah pengguna ponsel pintar (smartphone) yang banyak.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) juga menunjukkan, jumlah pengguna internet Indonesia naik 8,9% dari 171,2 juta pada 2018 menjadi 196,7 juta per kuartal II 2020. Porsinya naik dari 64,8% menjadi 73,7% terhadap total populasi 266,9 juta.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses perbankan (unbanked). Angkanya pada 2019 dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Selain itu, harga bitcoin terdongkrak pandemi corona. "Angka pertumbuhan perdagangan selama pandemi eksponensial," kata Teguh. Berdasarkan data dari Coindesk, harganya melonjak 500% dalam setahun terakhir.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, permintaan bitcoin dari korporasi atau konglomerat cukup tinggi selama 2020. Kemungkinan, tingginya permintaan juga terus berlanjut pada 2021.

Ia memperkirakan, harganya bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar per koin. "Korporasi, konglomerat, dan orang-orang masih akan terus membeli bitcoin, ini yang membuat harga terus melonjak," katanya kepada Katadata.co.id, Senin (22/2).

Namun, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga menyadari empat tantangan perdagangan aset krito tersebut. Bappebti pun memperketat pengawasan lewat dua tahapan, yakni dari sisi pemasukan dan pengeluaran dana.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait