Pencarian Rapid Test hingga Ikan Cupang di Google Meroket di 2020

Google mencatat, pencarian 'tes Covid-19', 'daftar usaha' hingga 'ikan cupang' naik sampai 5.000% tahun lalu. Kenaikan ini karena ada perubahan perilaku saat pandemi corona.
Image title
23 Februari 2021, 18:30
Pencarian Rapid Test, Lis Usaha, Ikan Cupang di Google Meroket di 2020
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Seorang pria membuka laman Google dari gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Laporan terbaru Google bertajuk 'Year in Search 2020 Indonesia' menunjukkan, pencarian kata kunci atau keyword ‘tes Covid-19, daftar usaha, hingga ikan cupang melonjak tahun lalu. Peningkatannya hingga 5.000% secara tahunan (year on year/yoy).

Head of Large Customer Marketing Google Indonesia Muriel Makarim mengatakan, ‘tes Covid-19’, ‘rapid test’, ‘swab’ hingga ‘serology’ menjadi kata kunci baru yang banyak dicari saat pandemi corona. “Kenaikan pencariannya bisa sampai 5.000%,” kata dia saat konferensi pers virtual, Selasa (23/2).

Bukan hanya untuk mencari tahu pengertiannya, tetapi juga hal lain. “Misalnya, dicari tahu mana yang lebih akurat dan lokasi tes paling dekat," kata Muriel.

Selain mengenai virus corona, pencarian kata kunci terkait kesehatan melonjak. Beberapa di antaranya 'cuci tangan', 'hand sanitizer', atau 'masker'. Keyword cuci tangan misalnya, meningkat 650%.

Pencarian ‘daftar usaha’ juga melonjak 200% sepanjang tahun lalu. Muriel menilai, ini karena masyarakat ingin memulai bisnis sampingan di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Mereka kehilangan bisnis, maka banyak yang mencari tahu pendaftaran usaha," katanya. Pencarian informasi mengenai pemasaran produk secara digital pun meningkat.

Masyarakat juga lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental saat pagebluk Covid-19. Pencarian kata kunci 'kesehatan mental' meningkat 70% dan 'apa itu anxiety' 55%. "Mereka mempelajari dan mencari solusi," katanya.

Kemudian, masyarakat semakin peka terhadap isu-isu sosial pada tahun lalu. Kata kunci 'rasisme adalah' misalnya, naik 40%.

"Tahun lalu, di beberapa negara, isu atau pembahasan yang berhubungan dengan kelas (sosial) meningkat," katanya.

Masyarakat Indonesia juga semakin peduli dengan orang lain saat pandemi. Kata kunci 'menyumbangkan' meningkat 150% dan 'paket sembako' 200%.

Selama tahun lalu, masyarakat Indonesia juga banyak mencari hiburan baru. "Ini karena rekreasi terbatas, orang mencari cara untuk mendapatkan hiburan," ujarnya.

Salah satu hiburan yang banyak dicari oleh masyarakat yakni menggunakan podcast. Kata kuncinya pun naik 105%. Sedangkan ‘meditasi’ meningkat 20% dan 'tanaman rumah' 120%. 

Pencarian kata 'hewan peliharaan' meningkat 95%. Secara rinci, 'ikan cupang' naik 110% dan 'adopsi kucing' 55%.

Muriel mengatakan, data-data tersebut dapat menjadi acuan bagi brand untuk memasarkan produk. "Ini membuat brand lebih kreatif dalam menarik perhatian konsumen," kata dia.

CEO Auto 2000 Martogi Siahaan mengatakan, perubahan perilaku konsumen saat pandemi memengaruhi permintaan produk. “Jadi kami menyesuaikan dengan tren dan apa yang diinginkan konsumen berdasarkan pencarian di Google," katanya.

Hal senada disampaikan oleh Digital Banking Acquisition Service and Marketing Head Jenius Anita Ekasari. "Ini kami melihat banyak tren positif. Misalnya, banyak masyarakat yang mulai memikirkan bagaimana mengelola keuangan lebih baik," kata Anita.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Video Pilihan

Artikel Terkait