Fintech Pendidikan Danacita Raih Rp 70 Miliar dari Investor Singapura

Fintech pembiayaan khusus pendidikan, Danacita meraih pendanaan US$ 5 juta. Dana segar ini akan digunakan untuk menggaet lebih banyak pelajar dan sekolah, serta pengembangan produk.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
25 Februari 2021, 14:49
Fintech Pendidikan Danacita Raih Rp 70 Miliar dari Investor Singapura
Danacita
Co-Founder ErudiFi Ketty Lie dan Direktur Danacita Alfonsus Wibowo

Startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) khusus pendidikan, Danacita memperoleh pendanaan seri A US$ 5 juta atau sekitar Rp 70,4 miliar. Investasi ini dipimpin oleh modal ventura yang berbasis di Singapura, Monk's Hill Ventures dan Qualgro.

Co-Founder ErudiFi, induk Danacita, Ketty Lie mengatakan bahwa dana segar tersebut akan digunakan untuk meningkatkan layanan pembiayaan pendidikan. Selain itu, menjangkau lebih banyak pelajar di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra lembaga pendidikan.

Danacita juga bakal berinvestasi pada inovasi produk untuk mempererat interaksi dengan pelajar dan sekolah. Saat ini, Danacita bermitra dengan berbagai universitas dan sekolah kejuruan seperti President University, UNTAR, IT PLN, dan Wall Street English.

Melalui dukungan pendanaan dari Monk’s Hill Ventures dan Qualgro, kami percaya Danacita dapat bergerak semakin cepat untuk membantu lebih banyak pelajar meraih cita-cita,” kata Ketty dalam siaran pers, Kamis (25/2).

Direktur Danacita Alfonsus Wibowo mencatat, hampir dua pertiga pelajar di Indonesia tidak dapat melanjutkan pendidikan karena persoalan ekonomi. Sedangkan permintaan terhadap akses pendidikan tinggi meningkat, karena banyak perusahaan membutuhkan pekerja ahli, khususnya di bidang digital.

“Tolok ukur kesuksesan misi kami terletak pada seberapa banyak dapat memperluas akses pendidikan bagi lebih banyak pelajar di Indonesia,” kata Alfonsus.

Saat ini, Danacita telah menyalurkan kredit kepada ribuan pelajar. Nilai pinjaman yang disalurkan meningkat tiga kali lipat pada tahun lalu. Namun, Alfonsus tidak memerinci besarannya.

Co-founder sekaligus Managing Partner Monk’s Hill Ventures Peng T Ong menyampaikan, akses pendidikan tinggi yang terjangkau, masih menjadi persoalan besar di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Biayanya hampir dua kali lipat dari rata-rata produk domestik bruto (PDB) per kapita.

Di satu sisi, ia menilai bahwa dukungan pembiayaan di sektor pendidikan minim dan sering terkendala suku bunga tinggi. “Danacita hadir untuk menyediakan solusi berbasis teknologi dan data, yang memberikan kesempatan pendidikan kepada pelajar,” ujar Peng.

Sedangkan pendiri sekaligus Managing Partner Qualgro Heang Chhor menilai bahwa bisnis pembiayaan pendidikan sangat potensial di regional. Dalam hal ini, Danacita menyediakan platform berbasis teknologi dan data untuk mempermudah akses pembiayaan bagi pelajar.

“Itu juga sekaligus memungkinkan universitas dan sekolah mengelola dan memantau daftar pelajar secara lebih efektif,” kata Heang.

Video Pilihan

Artikel Terkait