Gaet Microsoft, Tiga Cara Bukalapak Dorong Transaksi Mitra UMKM Lokal

Pemerintah menyoroti produk impor di e-commerce, dan berencana membuat aturan terkait diskon. Bukalapak menyiapkan tiga strategi untuk mendorong transaksi mitra UMKM, salah satunya menggaet Microsoft.
Image title
8 Maret 2021, 18:08
Gaet Microsoft, Tiga Cara Bukalapak Dorong Transaksi Mitra UMKM Lokal
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Karyawan menunjukkan fitur pembelian tiket Kereta Api (KA) Bandara pada aplikasi Bukalapak dengan menggunakan gawai saat perjalanan dari Stasiun BNI City menuju ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Pemerintah menyoroti produk impor di e-commerce, dan berencana membuat aturan terkait diskon untuk mengantisipasi praktik predatory pricing. Di tengah isu ini, Bukalapak berfokus pada tiga cara untuk mendorong transaksi mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya menggaet Microsoft.

Bukalapak dan Microsoft itu membuat program pelatihan digital kepada 13,5 juta mitra UMKM, baik warung, agen, maupun pelapak di marketplace. CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, ini agar pelapak bisa mengembangkan bisnis dan meningkatkan transaksi.

Rachmat menyampaikan, sebelumnya perusahaan menggelar 147 pelatihan online kepada 12 ribu mitra UMKM pada tahun lalu. "Lebih dari separuh UMKM yang ikut menyebut bahwa transaksinya meningkat," ujar dia saat konferensi pers virtual, Senin (8/3).

Oleh karena itu, perusahaan kembali menggelar pelatihan kepada mitra UMKM. Kali ini, menggaet Microsoft.

Advertisement

Peserta nantinya diberikan modul berupa pemahaman teknologi digital dasar hingga pembuatan konten. Selain itu, akan mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, berpikir kritis, dan lainnya.

"Ada juga pelatihan keterampilan yang lebih teknikal. Ini bagi UMKM yang ingin mengembangkan karier di dunia teknologi," kata Corporate Commercial Director Microsoft Indonesia Vony Tjiu.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu sebenarnya berinvestasi di Bukalapak pada November 2020. Raksasa teknologi AS ini dan Bukalapak juga berkolaborasi dalam pemanfaatan komputasi awan (cloud),  Microsoft Azure.

"Ini khususnya untuk masyarakat, UMKM hingga karyawan Bukalapak agar bisa berinovasi," kata President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee.

Teknologi cloud dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan proses jual beli. Selain itu, menciptakan ketahanan bisnis dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Strategi lain dari Bukalapak untuk mendorong transaksi mitra UMKM yakni menerapkan satu tarif 0,5% sejak Januari. Besarannya diklaim yang terendah.

Bukalapak juga membuat kampanye produk UMKM lokal bertajuk #RabuLokal. Lewat program ini, Bukalapak mengampanyekan produk lokal buatan UMKM kepada masyarakat.

Implementasi dari kampanye itu di antaranya berupa bincang-bincang dengan brand lokal hingga rekomendasi produk dalam negeri untuk karyawan.

Apalagi, pemerintah mendorong UMKM untuk masuk ekosistem digital. Di satu sisi, petinggi negara juga menyoroti adanya praktik predatory pricing di e-commerce. Menurut Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD), predatory pricing adalah strategi perusahaan menetapkan harga sangat rendah atau di bawah rerata pasar, dalam jangka waktu tertentu.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bercerita, dirinya menemukan penjual online dari luar negeri yang menjual hijab di e-commerce Tanah Air Rp 1.900 per potong.

"Ini jauh di bawah ongkos produksi yang menciptakan nilai tambah untuk Indonesia. Ini hal yang dilarang WTO," ujar Lutfi. Ia mengatakan, praktik ini bisa menghambat UMKM Tanah Air berkembang di e-commerce.

Ia pun melaporkan praktik tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), beberapa menit sebelum berpidato dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kemendag 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3).

Saat berpidato, Jokowi menyatakan kekecewaannya terhadap praktik predatory pricing oleh penjual asing di e-commerce. Ia mendorong masyarakat mencintai produk lokal.

Kemendag pun berencana membuat aturan terkait diskon di platform belanja online.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait