Raih Modal dari Investor Silicon Valley, Fintech RI Brick Berekspansi

Fintech Indonesia, Brick meraih pendanaan dari investor berbasis di Silicon Valley, AS. Startup ini pun berencana ekspansi ke Asia Tenggara.
Image title
18 Maret 2021, 16:30
Raih Modal dari Investor Silicon Valley, Fintech RI Brick Ekspansi
Twitter/@brick_io
Ilustrasi Fintech Brick

Startup teknologi finansial (fintech), Brick memperoleh pendanaan awal dari fintech fund yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS), Better Tomorrow Ventures. Penyedia layanan integrasi antar-aplikasi atau application programming interface (API) ini pun berencana memperluas pasar ke Asia Tenggara.

Investor lain yang terlibat dalam pendanaan itu yakni PT Prasetia Dwidharma, 1982 Ventures, Antler, Rally Cap Ventures. Sedangkan investor individu (angel investor) yang ikut serta yaitu Shefali Roy dari TrueLayer, Kunal Shah dari Cred, Reynold Wijaya dari Modalku, Quek Siu Rui dari Carousell, serta pendiri Nium, Xfers, Aspire, BukuWarung, ZenRooms, dan CareemPay.

CEO Brick Gavin Tan mengatakan, perusahaan ingin memperluas pasar ke negara lain di regional. "Kami ingin memberdayakan perusahaan fintech generasi berikutnya dengan infrastruktur yang mudah diterapkan, hemat biaya, dan inklusif," katanya dalam siaran pers, Kamis (18/3).

Ia menilai, potensi bisnis Asia Tenggara sangat besar. Selain itu, industri fintech di kawasan ini berkembang pesat. Hampir separuh dari total penduduk atau sekitar 200 juta orang belum memiliki rekening bank, tetapi paham layanan digital.

Berdasarkan riset bertajuk ;Fulfilling its Promise – The Future of Southeaset Asia’s Digital Financial Services’, ada 92 juta penduduk dewasa di Indonesia yang belum tersentuh layanan finansial. Jumlahnya lebih dari separuh populasi dewasa yang mencapai 182 juta.

Sedangkan laporan Google, Temasek, dan Bain and Company bertajuk eConomy 2021 menunjukkan, bisnis fintech di regional tumbuh di hampir semua kategori saat pandemi corona, kecuali pembiayaan (lending)

Pertumbuhan bisnis fintech Asia Tenggara per kategori
Pertumbuhan bisnis fintech Asia Tenggara per kategori (e-Conomy 2020)

Di tengah besarnya potensi tersebut, Gavin menilai bahwa fintech di regional belum didukung infrastruktur modern. "Dari yang kami lihat, fintech dibangun di atas infrastruktur lama yang justru meningkatkan kompleksitas dan biaya implementasi," ujarnya.

Dengan adanya layanan infrastruktur seperti API yang memadai, fintech akan mendapatkan pandangan menyeluruh terhadap kesehatan keuangan para pengguna. API juga memudahkan berbagi data secara aman.

Brick membangun infrastruktur modern yang memungkinkan fintech dan perusahaan teknologi lain menanamkan fitur ke aplikasi. Gavin mengatakan, startup-nya sudah menyediakan layanan keuangan inklusif kepada hampir 140 juta orang dewasa di Tanah Air.

Di Indonesia, Brick telah kompatibel dengan lebih dari 90% rekening bank. Selain itu, bekerja sama dengan lebih dari 250 pengembang, 35 perusahaan teknologi, dan klien fintech.

General Partner di Better Tomorrow Ventures Sheel Mohnot menilai, permintaan layanan API di Nusantara sangat tinggi. Regulasinya juga dinilai idel bagi perusahaan seperti Brick.

"Inovasi fintech di Asia Tenggara masih tahap awal. Tidak dapat eksis tanpa infrastruktur data yang baik," kata Sheel. Oleh karena itu, Better Tomorrow Ventures menilai bahwa potensi bisnis Brick besar.

Tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan standar Open API untuk mendorong kolaborasi perbankan dan fintech. Open API merupakan aplikasi pemrograman yang memungkinkan perusahaan melakukan integrasi antar-sistem atau system to system.

BI mengatakan, standar itu akan meningkatkan efisiensi sistem transaksi dan pembayaran. Selain itu, mampu meningkatkan inovasi dan persaingan, inklusi keuangan, serta mengurangi dan memitigasi risiko.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

The pandemic has led Indonesia to revisit its roadmap to the future. This year, we invite our distinguished panel and audience to examine this simple yet impactful statement:

Reimagining Indonesia’s Future

Join us in envisioning a bright future for Indonesia, in a post-pandemic world and beyond at Indonesia Data and Economic Conference 2021. Register Now Here!

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait