Diblokir di India, PUBG Ganti Nama agar Bisa Beroperasi

Gim di bawah naunganTencent, PUBG diblokir di India sejak tahun lalu. PUBG Corporation mengubah nama game online itu supaya bisa beroperasi di pasar terbesar tersebut.
Image title
4 Mei 2021, 20:51
Diblokir di India, PUBG Ganti Nama agar Bisa Beroperasi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
ilustrasi PUBG

Gim di bawah naungan Tencent, PlayerUnkown's Battlegrounds atau PUBG dikabarkan akan mengganti nama di India menjadi Battlegrounds Mobile India. Pemilik yakni PUBG Corporation pun berharap game online ini bisa beroperasi kembali, pasca-pemblokiran tahun lalu.

Perusahaan sempat mempromosikan beberapa konten gim genre battle royale itu di media sosial. "Halaman Facebook dan YouTube PUBG Mobile India telah berganti nama menjadi Battlegrounds Mobile India," demikian dikutip dari Business Insider, Selasa (4/5).

Mereka juga mengunggah teaser video pendek di kanal YouTube. Namun belakangan, akses penonton dihapus.

Platform media e-sports, GemWire melaporkan bahwa ada sumber situs web PUBG Mobile India dengan nama baru. Hal senada disampaikan oleh AFKGaming.

Selain nama, perusahaan akan mengubah drastis tema, peta, serta tampilan antarmuka gim. Perusahaan juga menyesuaikan karakter gim agar bisa diterima oleh pemerintah dan pasar di India.

Karakter gim menjadi lebih ramah keluarga. Lokasi perang menjadi tempat pelatihan simulasi. Kemudian, efek cipratan darah pada karakter yang terkena tembakan juga dihilangkan.

Perubahan tersebut dilakukan agar perusahaan bisa mengatasi citra negatif dari gim PUBG. Dengan begitu, pemblokiran bisa dicabut.

Tidak hanya dari sisi teknis, PUBG Corporation berupaya melepas citra perusahaan pengembang dari Tiongkok, Tencent. 

Tencent membeli saham PUBG dari induk Bluehole dan PUBG Corporation. Tencent kemudian mendistribusikan PUBG Mobile di Google Play Store dan App Store, termasuk untuk India.

Namun, karena India memblokir PUBG di bawah naungan Tencent, PUBG Corporation berencana mendirikan anak perusahaan. Selain itu, membuat kantor lokal di Negeri Bollywood.

Perusahaan juga berencana mempekerjakan 100 karyawan dan berinvestasi US$ 100 juta.

Tahun lalu, Kementerian Teknologi India mengumumkan pelarangan PUBG. Ini seiring konflik bersenjata antara India dan Tiongkok di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan. 

Namun, pemerintah India beralasan aplikasi PUBG dilarang bukan karena konflik, melainkan dianggap sebagai ancaman bagi keamanan. "Aplikasi ini mengumpulkan dan membagikan data secara diam-diam dan membahayakan," kata kementerian dikutip dari Reuters, September tahun lalu (2/9/2020).

Padahal, PUBG populer di India. Sedangkan India merupakan pasar paling besar bagi PUBG. Menurut perusahaan analitik aplikasi Sensor Tower, gim jenis battle royale itu meraih sekitar 175 juta pemasangan aplikasi di India atau 24% dari total pangsa pasar global.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait