Grab Andalkan 2 Layanan untuk Sasar Indonesia Tengah & Timur Tahun Ini

Fahmi Ahmad Burhan
5 Mei 2021, 11:17
Grab Andalkan 2 Layanan untuk Sasar Indonesia Tengah & Timur Tahun Ini
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Helm Grab

Startup penyedia layanan on-demand, Grab akan menyasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia Tengah dan Timur. Decacorn Singapura ini pun mengandalkan GrabKios dan GrabExpress untuk ekspansi.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, perusahaan berfokus pada inklusi di Indonesia tahun ini. Oleh karena itu, decacorn akan menyasar wilayah yang belum tersentuh di Indonesia Tengah dan Timur seperti Baubau, Sulawesi Tenggara atau Polewali Mandar, Sulawesi Barat. 

Pada kuartal pertama, Grab telah ekspansi ke 24 kota baru, yang sebagian besar merupakan kota kecil di Indonesia Timur.

Neneng mengatakan, Grab mengandalkan layanan seperti GrabKios untuk menyasar pasar tersebut. "Ini karena penyebaran geografis, serta perbedaan budaya dan demografis di berbagai kota. Aagen GrabKios bisa mendorong adopsi layanan digital dan keuangan," katanya dikutip dari KrAsia, Selasa (4/5).

Grab mencari lebih banyak UMKM berskala mikro atau warung untuk menggunakan GrabKios. Hingga saat ini, perusahaan memiliki lebih dari dua juta agen GrabKios.

Layanan tersebut memungkinkan pemilik warung menawarkan produk digital, termasuk pembayaran listrik, asuransi, isi pulsa, tagihan hingga tabungan emas.

Hasil riset Euromonitor International 2018 menunjukkan, mayoritas masyarakat Indonesia, India, dan Filipina berbelanja di toko kelontong. Dari total nilai pasar retail US$ 521 miliar, sebanyak US$ 479,3 miliar atau 92 % di antaranya merupakan transaksi di warung.

Selain GrabKios, Grab mengandalkan layanan logistik GrabExpress. "Kami juga akan memungkinkan lebih banyak UMKM memanfaatkan platform dan jaringan logistik untuk menjangkau konsumen," kata Neneng.

Ia mengatakan bahwa GrabExpress akan mempunyai fitur-fitur baru yang bertujuan menjangkau pengiriman jarak jauh. "Kami menyadari bahwa banyak social seller menggunakan GrabExpress untuk mengirimkan produk ke konsumen,” katanya.

Pada April tahun lalu, Grab sempat mencatatkan kenaikan transaksi GrabExpress hingga 40%. Itu didorong oleh permintaan tinggi dari pengiriman makanan dan minuman, serta bahan pokok.

GrabKios dan GrabExpress juga dilengkapi oleh fasilitas keuangan Grab. Sebagaimana diketahui, decacorn itu berinvestasi di perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran LinkAja. Tujuannya, menyasar kota-kota tingkat (tier) dua hingga empat.

Grab juga menanamkan modal di OVO. “Indonesia sangat luas, dan uang tunai masih menjadi raja. Jika benar-benar ingin mengakselerasi Indonesia menuju cashless society, ekosistem fintech yang terbuka perlu dibina," kata Neneng.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait