Disuntik Grup Lippo Rp 700 M, Ruangguru Bisa Jadi Unicorn RI Ketujuh?

Grup Lippo berinvestasi total Rp 700 miliar di Ruangguru. Startup pendidikan ini disebut-sebut berpeluang menjadi unicorn ketujuh Indonesia.
Desy Setyowati
27 Mei 2021, 13:33
Disuntik Grup Lippo Rp 700 M, Ruangguru Bisa Jadi Unicorn RI Ketujuh?
Desy Setyowati|KATADATA
Pendiri sekaligus Chief of Product and Partnership Ruangguru Iman Usman (paling kiri) dan CEO sekaligus pendiri Ruangguru Adamas Belva Syah Devara (paling kanan) saat konferensi pers terkait lima tahun Ruangguru.

Grup Lippo, melalui Multipolar (MLPL), menyuntikkan dana total Rp 700 miliar kepada startup pendidikan, Ruangguru. Perusahaan rintisan ini pun disebut-sebut berpeluang menjadi unicorn Indonesia ketujuh.

Direktur Utama Multipolar Adrian Suherman menyampaikan, perusahaan melalui anak usaha, Nusa Jaya Cipta, juga berinvestasi sekitar Rp 21 miliar ke Ruangguru. Persentase kepemilikan sahamnya 3,38%.

Meski begitu, MLPL bukan pemegang saham pengendali di Ruangguru. “Ke depan, MLPL akan terus mengantar Ruangguru hingga menyandang status unicorn,” kata Adrian dalam keterangan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/5).

Saat ini, Indonesia memiliki satu decacorn yaitu Gojek. Selain itu, lima unicorn yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, dan J&T. Sedangkan Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GoTo.

Bulan lalu (19/4), Ruangguru meraih pendanaan US$ 55 juta atau sekitar Rp 801 miliar yang dipimpin oleh Tiger Global Management. Investor lain yang berpartisipasi yakni GGV Capital, serta penanam modal awal yakni East Ventures, Venturra Capital, dan UOB Venture Management.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Ruangguru pun gencar membuka lowongan kerja untuk puluhan posisi bagi ratusan pekerja di Vietnam, dan Thailand. Selain itu, mempercepat ekspansi bisnis di Indonesia, Vietnam, dan Thailand di segmen K-12 atau TK hingga kelas 12.

Co-founder sekaligus CEO Ruangguru Belva Devara mengatakan, perusahaan terus tumbuh secara kuat tahun lalu. “Investasi ini akan membantu kami mengembangkan bisnis lebih jauh dan memberikan dampak yang berarti dalam pendidikan, melalui teknologi,” ujar dia dalam siaran pers, bulan lalu (19/4).

Saat ini, Ruangguru melayani lebih dari 22 juta pengguna. Perusahaan mengklaim, Net Promoter Score (NPS) di semua kategori mencapai level tertinggi. Selain itu, pertumbuhan pendapatan berlipat ganda. Ini menandai tahun keuangan pertama perusahaan untuk meraup untung.

Berdasarkan data Crunchbase, valuasi Ruangguru mendekati US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) atau skala unicorn. Startup pendidikan ini meraih sembilan kali investasi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro mengatakan, startup pendidikan diminati oleh investor saat pagebluk Covid-19 karena menjawab kebutuhan konsumen. Selain itu, “potensinya besar,” kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (27/5).

Hal senada disampaikan oleh Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani. “Sektor pendidikan sangat potensial. Pandemi corona mempercepat pertumbuhan sektor ini,” ujar dia kepada Katadata.co.id.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait