RedDoorz Rambah Bisnis Hotel Bintang 4, Incar Tren Staycation

RedDoorz meluncurkan layanan hotel kelas premium pertama, Sunerra Hotels di Jababeka, Bekasi. Startup Singapura ini mengincar segmen yang gemar staycation.
Image title
2 Juni 2021, 14:08
RedDoorz Rambah Bisnis Hotel Bintang 4, Incar Tren Staycation
RedDoorz
Ilustrasi RedDoorz

Startup jaringan hotel asal Singapura, RedDoorz meluncurkan layanan hotel kelas premium pertamanya, Sunerra Hotels di Jababeka, Bekasi. RedDoorz merambah bisnis hotel bintang empat dan lima untuk menyasar segmen yang gemar staycation.

Berdasarkan Cambridge Dictionary, staycation adalah liburan yang dilakukan di atau dekat rumah. "Belakangan, kebanyakan tamu di hotel merupakan konsumen yang staycation. Mereka membawa keluarga. Kami akan berinvestasi di sini,” ujar VP Operations of RedDoorz Adil Mubarak saat konferensi pers virtual, Rabu (2/6).

Ia mengatakan, Sunerra Hotels merupakan layanan hotel bertaraf internasional yang menyasar pasar premium. Kawasan Jababeka, Bekasi dipilih, karena berkembang pesat sebagai pusat industri, perkantoran, perumahan.

RedDoorz menilai, kawasan itu cocok untuk menggaet segmen yang senang staycation.

Advertisement

Adil menyampaikan, Sunerra Hotels berkonsep tradisional dan menawarkan beragam loyalitas kepada pengunjung. Hotel juga menyediakan area bermain anak, kolam renang, restoran hingga co-working space.

Pengunjung juga bisa mengadakan acara dengan kapasitas maksimum 450 orang di ballroom, serta ruangan untuk rapat.

RedDoorz menjamin standar keamanan di hotel tersebut. "Protokol kesehatan harus ada, termasuk hand sanitizer, cuci tangan, suhu badan dicek. Ini penting di era pandemi Covid-19," katanya.

Perusahaan Singapura itu menargetkan lebih banyak hotel premium tahun ini. Untuk merek Sunnera Hotels, RedDoorz menargetkan bisa menyediakan empat pada 2021.

RedDoorz juga dalam proses kerja sama dengan merek hotel lainnya di Surabaya dan Bali.

Selain staycation, perusahaan meluncurkan hotel kelas premium untuk meningkatkan okupansi. "Banyak hotel bintang empat yang bagus, tapi okupansi mereka turun karena pandemi. Maka itu, mereka bisa memakai teknologi RedDoorz untuk mendapatkan sistem online dari penjualan," kata Adil.

Tingkat okupansi hotel di RedDoorz sendiri mencapai 40%-50% saat ini. Adil mengklaim, angkanya lebih baik dibandingkan industri.

Manajemen RedDoorz menyatakan, hotel kelas premium dapat mendapatkan manfaat teknologi seperti sistem pemesanan yang terintegrasi. Apalagi, 70% pengunjung RedDoorz memesan properti melalui aplikasi.

Hotel premium juga akan mendapatkan sistem manajemen terintegrasi. Hotel pun bisa menawarkan properti dengan harga yang mempertimbangkan pasar. 

Saat ini, RedDoorz juga mengembangkan sistem operasional terintegrasi. Dengan teknologi ini, tamu hotel bisa komplain secara langsung di aplikasi.

Pemilik Sunerra Hotels William Liusudarso optimistis akan mendapatkan sistem manajemen dan basis data yang lebih kuat dengan masuk ke ekosistem RedDoorz. "Ini dapat dioptimalkan lebih lanjut untuk perkembangan hotel," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait