Riset KIC-Kredivo: Konsumen 36-45 Tahun Mulai Gemar Belanja Online

Riset menunjukkan, generasi X mulai gemar berbelanja di e-commerce saat pandemi corona tahun lalu. Produk yang paling banyak dibeli yakni kebutuhan rumah tangga.
Desy Setyowati
9 Juni 2021, 13:27
Riset KIC-Kredivo: Konsumen 36-45 Tahun Mulai Gemar Belanja Online
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Riset Katadata Insight Center (KIC) dan Kredivo menunjukkan, transaksi di e-commerce selama tahun lalu terkonsentrasi kota tingkat (tier) satu seperti Jakarta. Selain itu, segmen yang paling sering berbelanja yakni generasi Z dan X atau usia 36 – 45 tahun.

Porsi konsumen generasi X yang berbelanja online juga meningkat dari 13% pada 2019 menjadi 19% tahun lalu. Sepanjang tahun lalu, mereka rerata berbelanja 12 sampai 13 kali setahun. Barang yang dibeli rata-rata 18 sampai 19 produk.

"Artinya, ada target pasar yang besar (bagi e-commerce)," kata Direktur Riset KIC Mulya Amri saat konferensi pers virtual, Rabu (9/6).

Kredivo mencatat,  konsumen generasi X lebih banyak berbelanja kebutuhan rumah tangga. Sedangkan yang lebih muda, berbelanja aksesori dan fashion.

Advertisement
Perbandingan rerata nilai transaksi di e-commerce berdasarkan usia dan penghasilan (2020)
Perbandingan rerata nilai transaksi di e-commerce berdasarkan usia dan penghasilan (2020) (KIC dan Kredivo)

"Peran generasi di bawah (X) jadi penunjang. Orang tua yang tadinya tidak pakai, menjadi pakai (layanan e-commerce)," ujar Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga.

Sedangkan porsi generasi Z atau yang berumur 18 hingga 25 tahun yang berbelanja online mencapai 14% tahun lalu. Mereka rerata berbelanja sembilan sekali setahun, dengan 13 barang yang dibeli.

“Sebagian  besar  konsumen  cenderung  hanya  berbelanja  sekali  sebulan. Namun 19%  konsumen  Gen  X  dan  14%  Gen  Z  dapat  berbelanja hingga dua sampai lima kali sebulan,” demikian dikutip dari laporan bertajuk ‘Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia’.

Riset itu dilakukan terhadap lebih dari 10 juta sampel transaksi di Blibli, Bukalapak, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Selain itu, terhadap satu juta sampel pengguna Kredivo di 34 provinsi. Periode transaksi yang diteliti yakni sepanjang tahun lalu.

Sebanyak 62% konsumen yang diteliti merupakan perempuan. Dari sisi usia, 47% berumur 26-35 tahun. Lalu 18-25 tahun (33%), 36-45% (16%), 46-55 tahun (3%), lebih dari 55 tahun (1%).

Sepertiga lebih dari mereka berdomisili di Jawa Barat. Kemudian Jakarta (29%), Banten (14%), Jawa Timur (9%), Jawa Tengah (4%), Sumatera Utara (2%), Sumatera Selatan (2%), serta Bali, Sulawesi Selatan, dan Yogyakarta masing-masing 1%.

Riset itu menunjukkan, rerata transaksi konsumen 36 tahun ke atas lebih banyak ketimbang yang muda. Namun porsi belanja pelanggan usia muda terhadap gaji, lebih tinggi dibandingkan yang tua.

Rincian data-data tersebut dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Rerata transaksi di e-commerce berdasarkan usia, porsi belanja di e-commerce terhadap gaji, dan perbedaan transaksi antara perempuan dan laki-laki (20
Rerata transaksi di e-commerce berdasarkan usia, porsi belanja di e-commerce terhadap gaji, dan perbedaan transaksi antara perempuan dan laki-laki (20 (KIC dan Kredivo)

Data itu juga menunjukkan, perempuan lebih sering berbelanja ketimbang laki-laki. Namun, rata-rata nilai transaksinya lebih tinggi pria.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait