Grab Gaet Anak Usaha BRI Gelar Akselerasi Startup Digitalisasi UMKM

Grab menggaet BRI Ventures menggelar program akselerasi startup. Kali ini, decacorn menyasar startup digitalisasi warung karena dinilai potensial. Mereka berkesempatan meraih pendanaan.
Image title
9 Juni 2021, 19:27
Grab Gaet Anak Usaha BRI Gelar Akselerasi Startup Digitalisasi UMKM
Katadata/Pingit Aria
Aplikasi Grab

Grab berkolaborasi dengan perusahaan modal ventura BRI Ventures meluncurkan program akselerasi Grab Ventures Velocity (GVV) batch 4 x Sembrani Wira. Kali ini, decacorn Singapura itu menyasar startup tingkat lanjut (post-seed) yang bergerak di sektor digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, program akselerasi startup itu digelar selama 12 sampai 16 pekan. Perusahaan rintisan lokal terpilih nantinya mendapatkan serangkaian pelatihan dari pakar industri, pendampingan, dan kesempatan menguji coba produk.

Mereka juga berpeluang menerima pendanaan dari BRI Ventures dan jaringan investor. 

Program GVV Batch 4 x Sembrani Wira dibuka sejak kemarin (8/6). Pendaftaran akan berlangsung hingga 27 Juni. Sedangkan pengumuman startup terpilih dilakukan pada Juli.

Advertisement

Grab menyasar startup digitalisasi UMKM dalam GVV kali ini. Perusahaan rintisan yang dimaksud seperti penyedia layanan Point of Sale (POS), customer relationship management, e-commerce enablement hingga Software as a Service (SaaS).

Potensi startup tersebut dinilai besar. "Selain itu, ada kebutuhan untuk mengembangkan lebih banyak solusi sesuai dengan kebutuhan UMKM," ujar Neneng dalam siaran pers, Rabu (9/6).

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), ada empat juta UMKM yang baru merambah platform digital selama setahun terakhir. Maka, totalnya sekitar 13 juta UMKM.

"UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Jika kami dapat lebih membantu mereka berkembang di era digital, UMKM akan memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi bangsa," kata Neneng.

Oleh karena itu, startup digitalisasi UMKM dinilai potensial masuk ke ekosistem Grab.

Presiden Grab Ming Maa pernah menyampaikan, kinerja keuangan perusahaan membaik di tengah pandemi corona karena menyasar UMKM. "Total pendapatan bersih Grab melonjak sekitar 70% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2020," demikian kata Maa, dikutip dari Tech In Asia, pada Januari (4/1).

"Untuk menciptakan efek riak yang menguntungkan, tidak hanya bisnis yang masuk ke platform, tetapi seluruh rantai nilai yang mendukung mereka (UMKM).”

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, selain kolaborasi untuk program akselerasi startup, perusahaan menjadi salah satu investor strategis Grab. "Ini agar bisa membuka banyak jalan bagi startup dan UMKM untuk lebih maju," ujarnya dalam siaran pers.

Tahun lalu, Grab dan Bank BRI meluncurkan fasilitas pinjaman bunga rendah untuk merchant GrabFood, agen GrabKios, serta mitra pengemudi Grab. Mitra pengemudi mendapatkan akses pinjaman Bank BRI hingga Rp 5 juta dan juga mendapatkan manfaat dari asuransi kecelakaan diri.

Grab dan Bank BRI juga menyalurkan Pinjaman Modal Kerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 50 juta dengan bunga 6% kepada merchant GrabFood dan agen GrabKios. Pinjaman KUR merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pemberdayaan UMKM.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait