Penjualan Suvenir hingga Alat Seserahan di Tokopedia Naik 4 Kali Lipat

Tokopedia mencatat, beberapa perubahan tren belanja kebutuhan pernikahan saat pandemi corona, salah satunya bagi-bagi hampers. Penjualan suvenir hinga alat seserahan pun naik empat kali lipat.
Image title
14 Juni 2021, 17:20
tokopedia, e-commerce, penjualan tokopedia, pandemi corona, covid-19, virus corona
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/foc.
Pengunjung melihat produk jasa pernikahan yang dipamerkan di salah satu Mall di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (9/6/2021).

Perusahaan e-commerce, Tokopedia mencatat, transaksi kategori pernikahan meningkat empat kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II. Barang yang paling banyak dibeli yakni suvenir dan alat seserahan.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, berbelanja keperluan pernikahan secara online menjadi tren selama pandemi corona. Produk seperti suvernir, alat seserahan hingga dekorasi bahkan meningkat sampai 10 kali lipat.

“Kategori ini benar-benar mencatatkan pertumbuhan luar biasa," kata Ekhel saat konferensi pers virtual, Senin (14/6).

Penyedia layanan pernikahan yang masuk ekosistem Tokopedia, Bridestory misalnya, mencatatkan beberapa perubahan tren pencarian produk untuk hajatan. Pertama, waktu persiapan menjadi lebih mepet saat pandemi.

Advertisement

Berdasarkan survei Bridestory, 31,54% dari 20.105 responden mengatakan bahwa persiapan untuk menikah hanya tiga bulan. Padahal sebelumnya, banyak dari konsumen yang menyiapkan pernikahan lebih dari tiga bulan.

Konsumen pun mengandalkan platform online untuk mencari kebutuhan untuk keperluan pernikahan. "Dalam waktu singkat mereka mencari-cari kebutuhan nikah secara online," ujar Senior Head of Wedding Business Bridestory Gisela Setyawan.

Kedua, pandemi Covid-19 membuat kuota undangan pernikahan menjadi sedikit guna menghindari kerumunan. Rerata hanya mengalokasikan 90 tamu undangan yakni 30 saat akad dan 60 orang untuk resepsi.

Konsumen pun mengalokasikan anggaran dari pengurangan tamu untuk keperluan lain, salah satunya suvernir atau hampers. “Ini sebagai permohonan maaf karena tidak mengundang," katanya.

Alhasil, penjualan suvernir dan hampers di platform Tokopedia meningkat.

Ketiga, konsumen banyak yang membeli keperluan kesehatan seperti masker, hand sanitizer, atau disinfektan. Sedangkan banyak pembeli yang memanfaatkan platform online untuk membeli keperluan itu.

 Bridestory pun memberikan tips persiapan pernikahan kepada konsumen. Pertama, menentukan konsep pernikahan.

Pada tahun ini, Bridestory memperkirakan konsep luar ruangan atau outdoor menjadi tren. Ini karena mengurangi risiko penularan virus corona.

Kedua, mengumpulkan referensi barang secara online. Ketiga, memahami syarat dan ketentuan vendor pernikahan.

Terakhir, membuat alokasi anggaran pernikahan. Gisela menyarankan konsumen mengalokasikan 30% anggaran untuk tempat dan katering. Lalu 20% untuk kebutuhan dokumentasi dan dekorasi. Kemudian 15% untuk tes Covid-19.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait