Cara 2 UMKM Khas Betawi Dorong Penjualan Lewat E-Commerce saat Corona

Omzet dua UMKM khas betawi anjlok hingga 75% saat awal pandemi corona.
Desy Setyowati
22 Juni 2021, 15:36
Cara dua UMKM Khas Betawi Dorong Penjualan Lewat E-Commerce saat Corona
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah seniman menyelesaikan pembuatan ondel-ondel Betawi raksasa di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021).

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi corona. Namun dua pelaku usaha lokal di bidang kebudayaan betawi masih mencatatkan peningkatan penjualan, karena merambah ekosistem digital seperti Tokopedia.

Pemilik Tioria by Caramia Thekla Odelia Caramia bercerita, omzet anjlok hingga 75% saat awal pandemi corona. Ia pun merambah ekosistem digital untuk mendorong penjualan.

“Di Tokopedia sudah terlihat kenaikan omzet tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu,” kata Caramia dalam virtual media briefing bertajuk ‘Nyok Kite Lestarikan Budaya Betawi lewat Karya UMKM Lokal’, Selasa (22/6). “Penjualan di Tokopedia mencapai 60% dari total.”

Tioria menawarkan produk tekstil bernuansa betawi, seperti tas, masker, batik, cap water hingga syal.

Advertisement

Selain bergabung ke e-commerce, Caramia berinovasi dari sisi produk. “Kami coba cari solusi supaya penjualan naik terus,” kata dia.

Pemilik CariSouvenir Ukrumah Suda juga mencatatkan penurunan omzet 30% saat awal pandemi Covid-19. Ini karena permintaan suvenir berkurang, seiring pembatasan acara dan kerumunan.

Ia pun bergabung dengan Tokopedia dan cakupan pembeli menjadi lebih luas, seperti Surabaya dan Medan. Transaksi pun mulai meningkat. “Sekitar 40% penjualan dari Tokopedia,” ujar Ukrumah.

Sama seperti Caramia, Ukrumah berinovasi dari sisi produk untuk mendorong penjualan. Barang yang dijual bukan lagi hanya suvenir, tetapi juga botol minum, alat musik hingga keranjang.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyampaikan, secara umum, penjualan produk UMKM meningkat selama program Bangga Buatan Indonesia. Transaksi makanan dan minuman naik lebih dari dua kali lipat.

Sedangkan penjualan produk fashion meningkat lebih dari enam kali lipat. “Produk khas betawi yang banyak dicari tahun lalu yakni asinan sayur, bumbu soto, dan celana batik untuk harian,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, ia pun membagikan empat tips untuk mendorong penjualan saat pandemi virus corona. Pertama, berinovasi dari sisi produk. “Bisa memanfaatkan momentum seperti ulang tahun Jakarta,” katanya.

Kedua, mengikuti beragam promosi yang disediakan oleh penyelenggara e-commerce. Ketiga, menggunakan aplikasi khusus penjual untuk memantau penjualan dan performa toko.

Terakhir, memaksimalkan fitur yang ada di aplikasi. Di Tokopedia sendiri, setidaknya ada lima tools yang bisa digunakan yakni voucer toko, top ads, bebas ongkos kirim, dekorasi toko, dan broadcast chat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait