Permintaan Hewan Kurban Turun 40%, Bagaimana di Shopee – Tokopedia?

Permintaan hewan kurban menurun 40% dibandingkan Idul Adha tahun lalu imbas PPKM darurat. Bagaimana permintaan di Shopee hingga Tokopedia?
Image title
19 Juli 2021, 17:07
Permintaan Hewan Kurban Turun 40%, Bagaimana di Shopee – Tokopedia?
Tokopedia
Tampilan fitur Qurban di Tokopedia

Permintaan hewan kurban menurun 40% dibandingkan Idul Adha tahun lalu, berdasarkan data Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI). Sedangkan Shopee mencatatkan peningkatan transaksi.

Ketua Umum PPSKI Nanang Purus Subendro menilai, permintaan turun karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat. “Calon pembeli yang datang langsung ke lapak itu sangat sepi. Bahkan beberapa ada yang membatalkan pesanan padahal sudah bayar uang muka (DP) karena di komplek perumahan tidak diizinkan melakukan pemotongan," katanya kepada Katadata.co.id, Senin (19/7).

Ia mengatakan, ada banyak pedagang yang menyiapkan 100 hewan kurban. Namun yang terjual hanya 50-60 ekor. “Jumlah yang laku itu jauh dari harapan,” kata Nanang.

Advertisement

Sedangkan Shopee justru mencatatkan peningkatan pembelian hewan kurban. "Kami melihat antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kurban online di Shopee dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Head of Brands Management & Digital Products Shopee Indonesia Daniel Minardi dalam siaran pers, Senin (19/7).

Namun ia tidak merinci peningkatan transaksi hewan kurban di platform. Dia hanya menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan layanan kurban online meningkat, karena ada pembatasan aktivitas di luar rumah saat pandemi corona.

Shopee memang membuat inisiatif ‘Shopee Berkurban’ hingga akhir pekan ini (22/7). Pengguna bisa memilih jenis hewan kurban seperti sapi, kambing standar, kambing medium, kambing premium, dan lainnya. Pembayaran dapat menggunakan ShopeePay. 

Hewan kurban yang dibeli akan disalurkan oleh lembaga penyalur resmi. E-commerce asal Singapura ini bekerja sama dengan 10 mitra lembaga penyalur kurban.

Pengguna nantinya menerima bukti bayar dan sertifikat penyaluran hewan kurban.

Selain Shopee, Tokopedia memfasilitasi kurban lewat fitur Qurban. Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni mengatakan, ratusan ton hewan kurban disalurkan sejak tahun lalu.

Pada tahun ini, Tokopedia menggaet lebih banyak lembaga penyalur untuk mempermudah transaksi hewan kurban. "Fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat beribadah dari rumah dengan mudah, aman, dan amanah,” kata Astri dalam siaran pers, pekan lalu (15/7).

Bukalapak juga membuat fitur BukaQurban. "Ini bertujuan membantu umat Islam di seluruh Indonesia menjalankan kewajiban rutin tahunan secara nyaman dan mudah," ujar VP Marketplace Bukalapak Kurnia Rosyada.

E-commerce bernuansa merah itu pun memberikan promosi Flash Deal pada 7-30 Juni lalu.

Platform fintech pembayaran seperti OVO, GoPay, dan LinkAja juga menawarkan fasilitas pembayaran kurban secara online. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit mengatakan, OVO memfasilitasi pembayaran menggunakan kode Quick Response (QR Code)  dan fitur Bayar di platform.

Sedangkan Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, fitur kurban digital tersedia di layanan Syariah LinkAja. Perusahaan berkerja sama dengan tujuh lembaga penyalur hewan kurban.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan, Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait