WhatsApp Rilis 2 Fitur Baru soal Antisipasi Peretas & Panggilan Video

WhatsApp meluncurkan dua fitur baru terkait data cadangan untuk mengantisipasi peretas dan memungkinkan pengguna keluar masuk panggilan video.
Image title
21 Juli 2021, 11:00
whatsapp, peretas, facebook,
PXHERE.COM
Logo WhatsApp

WhatsApp memperkenalkan dua fitur baru terkait data cadangan pengguna untuk mengantisipasi peretas dan panggilan video. Anak usaha Facebook ini disebut-sebut menyiapkan tujuh fitur anyar, salah satunya bisa diakses tanpa internet.

Perusahaan pengembang platform percakapan itu menguji coba fitur data cadangan pada pembaruan beta Android 2.21.15.5. Ini memungkinkan pengguna menerapkan enkripsi end to end pada data cadangan yang tersimpan di komputasi awan (cloud) baik iCloud maupun Google Drive.

Enkripsi end to end itu diklaim mengamankan data cadangan seperti riwayat obrolan dan lainnya. Sebab, data tidak bisa lagi dilihat oleh pihak lain selain pengirim dan penerima.

"Mengenkripsi cadangan berarti melindungi riwayat obrolan dan data media dari akses yang tidak sah," demikian laporan WABetaInfo dikutip dari The Sun, Selasa (20/7).

Fitur itu bersifat opsional. Untuk mengaktifkannya, pengguna perlu memilih opsi enkripsi data cadangan di menu pengaturan. Lalu klik aktif.

Kemudian pengguna perlu membuat kata sandi (password). Ini diperlukan jika pengguna ingin memulihkan data cadangan.

WhatsApp mengatakan, fitur itu bertujuan mengantisipasi peretas memata-matai pengguna lewat data cadangan. Pihak berwenang juga bisa mengakses data ini jika ada surat perintah penggeledahan.

Fitur lain yang diluncurkan yakni pengguna bisa bebas keluar masuk saat panggilan video grup berlangsung. Pengguna dapat masuk belakangan dalam panggilan video grup.

"Kami memperkenalkan kemampuan untuk bergabung dengan panggilan grup, bahkan setelah itu dimulai," kata WhatsApp dikutip dari India Today.

Sebelumnya pengguna harus mengangkat panggilan video grup jika ingin bergabung dalam obrolan. Apabila terlambat, pengguna mesti mendapatkan panggilan video lanjutan dan tidak segera masuk obrolan video.

"Pada saat seperti itu, banyak dari pengguna yang terpisah. Padahal tidak ada yang lebih baik daripada berkumpul dalam panggilan video," kata WhatsApp.

Melalui fitur itu, pengguna dapat memilih opsi abaikan jika ada panggilan. Selain itu, tidak perlu undangan untuk mengikuti obrolan. Pengguna juga bisa masuk lagi ke panggilan grup, meski telah keluar.

Perusahaan teknologi itu memang tengah menyiapkan berbagai fitur baru, yang kabarnya diluncurkan paling cepat Agustus. Salah satunya, platform bisa diakses di empat perangkat sekaligus.

Fitur lainnya yakni multi-device. WhatsApp menguji coba fitur itu dalam versi beta. Tools ini memungkinkan pengguna mengakses akun di perangkat berbeda secara independen.

Itu artinya, akun WhatsApp bisa dioperasikan di laptop atau komputer pribadi tanpa harus terkoneksi dengan ponsel. Saat ini, pengguna masih harus menghubungkan akun di gawai, jika ingin mengakses WhatsApp web di laptop.

Selain itu, WhatsApp bakal bisa diakses meski tanpa koneksi internet. "Sekarang Anda dapat menggunakan pengalaman WhatsApp desktop atau web, bahkan ketika ponsel tidak aktif dan terhubung ke internet," kata Head of WhatsApp Will Cathcart dikutip dari Daily Mail, pekan lalu (16/7).

Kemudian, ada fitur mengirim riwayat percakapan dari perangkat berbasis iOS ke Android, dan sebaliknya. Selain itu, mode menghilang.

Saat ini, pengguna perlu mengaktifkan fitur ‘menghilang’ secara manual. Tools ini memungkinkan pesan dihapus setelah jangka waktu tertentu.

Selain itu, ada fitur view once yang memungkinkan pengguna berbagi media seperti foto dan video yang dapat dilihat hanya sekali.

Jadi, “ketika Anda mengirim pesan kepada siapa pun, konten itu akan hilang dari obrolan ketika penerima melihatnya,” demikian dikutip dari India TV, Juni lalu (17/6). Fitur ini tidak akan aktif secara default.

Terakhir, fitur baca kemudian atau read later. Ini bakal menggantikan fitur Archived Chats yang ada di Android dan iOS.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait