4 Sektor Startup Diramal Kian Terpukul jika PPKM Level 4 Diperpanjang

Desy Setyowati
2 Agustus 2021, 17:06
4 Sektor Startup Diramal Kian Terpukul jika PPKM Level 4 Diperpanjang
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi startup

Pemerintah akan memutuskan keberlanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 pada Sore hingga Malam hari ini (2/8). Investor dari kalangan modal ventura menilai, empat sektor startup semakin terpukul jika kebijakan ini diperpanjang.

Keempatnya yakni pariwisata, perhotelan dan restoran, gaya hidup, serta yang terkait dengan bengkel. Namun, “penambahan persentase penduduk yang divaksinasi Covid-19 membuat pasar optimistis,” kata Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani kepada Katadata.co.id, Senin (2/8).

Hal itu terlihat dari masih adanya permintaan tiket pesawat dan kamar hotel, khususnya saat masa liburan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5,62% dari 2,54 juta pada Maret menjadi 2,8 juta per April. Jumlahnya bahkan meningkat 233% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Namun secara kumulatif selama Januari – April, jumlah penumpang domestik turun 44,71% yoy menjadi 9,7 juta orang. Sedangkan jumlah penumpang internasional anjlok 95% yoy menjadi 167.900 orang.

CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro juga sepakat bahwa startup di sektor pariwisata, perhotelan dan restoran, serta hiburan semakin tertekan jika PPKM level 4 diperpanjang.

Kendati begitu, startup kuliner seperti Yummy Corp dan Dailybox masih mencatatkan lonjakan transaksi di tengah PPKM level 4. Yummy Corp misalnya, mencatatkan transaksi naik tujuh kali lipat atau 600% yoy.

Startup itu berfokus pada layanan cloud kitchen lewat YummyKitchen. Cloud kitchen merupakan istilah layanan restoran berbasis komputasi awan (cloud). Konsumen tidak bisa membeli dan menikmati makanan maupun minuman di restoran. Produk hanya dapat dipesan secara online.

CEO Yummy Corp Mario Suntanu menilai, pencapaian itu menunjukkan bahwa potensi besar bisnis pesan-antar makanan mengalami lonjakan atau booming lebih awal. “Ini karena pandemi Covid-19,” kata dia dalam keterangan pers, Senin (2/8).

 

Sedangkan Dailybox membukukan pendapatan kotor (gross revenue) secara grup tumbuh 700% yoy per Maret. Jumlah gerai juga bertambah 300% kurang dari setahun dan ditarget berlipat ganda pada akhir tahun.

Co-Founder sekaligus CEO DailyBox Kelvin Subowo menilai, pencapaian di tengah pandemi corona itu salah satunya terdorong permintaan dari platform digital. “Selama pandemi, 80% omzet berasal dari layanan pesan antar makanan,” katanya dalam siaran pers, pekan lalu (22/7).

Dailybox merupakan bagian dari The Daily Group yang menaungi beberapa brand F&B seperti sushi to-go, Shirato dan minuman segar, Anytime. Dailybox memiliki 30 pilihan menu.

Keduanya tetap mencatatkan peningkatan transaksi di tengah pembatasan aktivitas masyarakat akibat PPKM level 4. Pemerintah pun akan mengumumkan kelanjutan kebijakan itu pada Sore atau Malam hari ini.

Sedangkan riset Katadata Insight Center (KIC) bertajuk ‘Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pelaku Ekonomi Digital di Indonesia’ pada Juli 2020 menunjukkan, kurang dari 50% perusahaan digital yang mampu bertahan hingga setahun.

Rinciannya dapat dilihat pada Infografik di bawah ini:

 

Daya Tahan Perusahaan Digital Terhadap Pandemi
Daya Tahan Perusahaan Digital Terhadap Pandemi (Katadata)

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait