Alodokter Gaet Polisi, Halodoc Tambah Lokasi Vaksinasi Corona

Image title
5 Agustus 2021, 10:36
alodokter, halodoc, vaksinasi Covid-19
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyiapkan vaksin Yellow Fever untuk seluruh anggota KRI Bima Suci dalam rangka persiapan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) di Dermaga Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/7/2021).

Alodokter menggaet Polda Metro Jaya untuk menggaet lebih banyak dokter untuk menjadi relawan medis dalam program Gerakan Vaksinasi Merdeka. Sedangkan Halodoc menambah jumlah lokasi vaksinasi Covid-19.

Tenaga kesehatan yang dibidik oleh Alodokter dan Polda Metro Jaya yakni dokter umum, dokter gigi, perawat hingga bidan. Program Gerakan Vaksinasi Merdeka ini akan digelar di 900 RW di Jakarta selama 1 - 17 Agustus. 

Co-Founder sekaligus Director Alodokter Suci Arumsari mengatakan, program itu untuk mempercepat vaksinasi. "Masih banyak masyarakat yang membutuhkan vaksin," kata dia dalam siaran pers, Rabu (4/8).

Sedangkan Halodoc menambah lokasi vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo. Total, startup kesehatan ini membuka layanan vaksinasi secara drive thru maupun walk-in di 11 lokasi di sembilan kota.

Lokasi vaksinasi baru di Sukoharjo bisa digunakan oleh masyarakat umum berusia di atas 18 tahun. Halodoc menargetkan pemberian vaksin virus corona kepada hampir 20 ribu peserta di wilayah ini sejak 26 Juli.

Secara kumulatif, Halodoc telah memfasilitasi lebih dari 250 ribu masyarakat untuk mendapatkan akses vaksinasi Covid-19 secara gratis.

Alodokter dan Halodoc juga menjadi platform telemedicine rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Keduanya melayani konsultasi gratis pasien isolasi mandiri atau isoman.

"Layanan konsultasi gratis itu telah digunakan oleh puluhan ribuan pasien terkonfirmasi positif Covid-19," kata Chief Product Officer Halodoc Alfonsius Timboel.

Selain Alodokter dan Halodoc, ada sembilan platform telemedicine yang menjadi rekomendasi Kemenkes. Mereka di antaranya GetWell, Good Doctor, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

Pasien Covid-19 juga bisa mendapatkan obat, setelah berkonsultasi di salah satu dari 11 platform telemedicine tersebut. Jasa pengirimannya gratis. “Ditanggung oleh teman- teman telemedicine, startup, dan Kemenkes,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman Kemenkes, bulan lalu (5/7).

Pasien terlebih dulu melakukan tes usap atau swab polymerase chain reaction (PCR) atau tes cepat alias rapid test antigen di laboratorium. Hasilnya akan masuk dalam basis data Kemenkes.

Advertisement

Apabila positif, Kemenkes akan memberikan tautan (link) melalui pesan WhatsApp pasien. Link ini berisi kode voucer untuk mendapatkan layanan konsultasi gratis telemedicine.

“Klik link yang terdapat dalam pesan WhatsApp dari Kemenkes dan masukkan kode voucer di aplikasi yang dipilih,” dikutip dari petunjuk teknis Kemenkes yang diterima Katadata.co.id.

Selanjutnya, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter yang dipilih. Pasien harus menginformasi untuk mengikuti program Kemenkes. “Setelah itu, dokter bisa mengidentifikasi pasien berdasarkan hasil konsultasi. Untuk selanjutnya, dilakukan penanganan berdasarkan kondisi pasien,” tulis Kemenkes.

Usai melakukan konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien. Apabila pasien masuk dalam kategori yang dapat melakukan isoman, obat dapat ditebus gratis.

Melalui layanan itu, rumah sakit dapat melakukan pemeriksaan awal pasien dengan gejala sedang atau berat. Termasuk pemberian paket obat melalui fasilitas pelayanan kefarmasian yang ditunjuk oleh Kemenkes.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait