Fintech Investree Gaet Bank Jago untuk Bidik UMKM saat Pandemi

Fintech Investree menggaet Bank Jago untuk menyasar UMKM di tengah pandemi corona. Bank digital yang didukung Gojek berkomitmen menyalurkan kredit Rp 100 miliar.
Desy Setyowati
6 Agustus 2021, 12:07
Fintech, investree, bank jago, gojek
Arief Kamaludin | KATADATA
Ilustrasi Investree

Startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) Investree menggaet Bank Jago sebagi pemberi pinjaman atau lender institusi. Keduanya membidik Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Kerja sama keduanya dengan skema channeling, yakni pemberian kredit dari Bank Jago kepada UKM atau peminjam (borrower) melalui Investree. Ini merupakan sinergi pertama Investree dengan bank digital di Indonesia.

“Itu menguatkan posisi bahwa fintech bukanlah pesaing bank, melainkan pelengkap,” kata Co-Founder sekaligus CEO Investree Adrian Gunadi dalam keterangan pers, Jumat (6/8).

Ia menyampaikan, kolaborasi itu menjadi tonggak penting bagi keberlangsungan bisnis Investree. Selain itu, turut memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Advertisement

“Kami melengkapi fungsi perbankan, khususnya dalam memenuhi permintaan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang lebih praktis,” ujar Adrian.

Dari sisi segmentasi pasar, Bank Jago melayani kelompok nasabah masyarakat luas, ritel, dan menengah, baik secara konvensional maupun syariah. Untuk menyasar pasar ini, bank yang didukung Gojek itu menggaet fintech lending dan ekosistem digital lain.

Kemitraan Investree dan Bank Jago menyasar UKM, terutama yang belum memenuhi persyaratan perbankan dalam memperoleh pembiayaan. Terlebih lagi yang terkena dampak pandemi corona. “Perhatian dan upaya kami akan berfokus pada pemulihan dan pemberdayaan UKM agar bisnis mereka mampu berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Dari setiap fact sheet yang nantinya disediakan oleh Investree, Bank Jago akan memilih penawaran pinjaman sesuai dengan preferensi maupun profil risiko. Untuk saat ini, penyaluran pembiayaan tidak akan terbatas pada bidang atau sektor usaha tertentu.

Itu artinya, peminjam dari bidang usaha apapun memiliki kesempatan untuk dibiayai oleh Bank Jago. Dalam kerja sama ini, bank digital itu berkomitmen menyediakan pinjaman Rp 100 miliar.

“Kami berharap, kerja sama ini mampu mendorong partisipasi UKM dalam memanfaatkan dukungan pembiayaan yang diberikan oleh bank digital melalui platform fintech lending,” ujar Adrian.

Selain Investree, Bank Jago bekerja sama dengan beberapa fintech lending. Mereka di antaranya Modal Rakyat, Akulaku, dan Akseleran.

Head of Business Partnership Bank Jago Sonny Christian sempat mengatakan, perusahaan gencar menggaet fintech lending untuk menjangkau konsumen yang sulit digapai oleh bank. “Ini untuk memiliki skala bisnis yang lebih besar,” ujar dia dalam webinar bertajuk ‘Fintech 2021’, pada Maret (9/3).

Ia menyatakan bahwa fintech bukanlah lawan bagi bank digital. "Kami yakin, kolaborasi bank dengan fintech bisa saling melengkapi," kata Sonny.

Bank digital unggul dari sisi likuiditas. Sedangkan fintech, menurutnya lebih lincah menjangkau nasabah yang sulit dijangkau oleh perbankan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait