Bukalapak IPO, Tokopedia Kian Gencar Bidik Warung dan Pasar Luar Jawa

Bukalapak yang IPO pada dua pekan lalu (6/8) menyasar warung dan pasar di luar Jawa. Tokopedia kini gencar menggaet segmen serupa, karena peningkatan transaksinya signifikan.
Image title
16 Agustus 2021, 16:22
Bukalapak, tokopedia, grab, emtek
Tokopedia, Bukalapak, Katadata/Desy Setyowati
Logo Tokopedia dan Bukalapak

Bukalapak yang mencatatkan saham perdana alias IPO pada dua pekan lalu (6/8), membidik warung dan konsumen di kota tingkat (tier) dua dan tiga. Tokopedia pun kian gencar menggaet segmen serupa.

Pekan lalu, Tokopedia menyampaikan telah menggaet jutaan mitra warung. Sedangkan Bukalapak sudah menggandeng delapan juta warung.

Kini,  Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia Leontinus A Edison menyebutkan bahwa ada lima kota yang mencatatkan kenaikan transaksi signifikan selama pandemi corona. Kelimanya yaitu Papua, Makasar, Malang, Semarang, dan Palembang.

Tiga di antaranya di luar Jawa. "Ternyata, sekarang banyak transaksi dilakukan dari luar Jawa. Statistik mencatat bahwa ketiga kota itu mengalami peningkatan transaksi yang paling signifikan," ujar Leon dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8).

Advertisement

Namun ia tidak memerinci jumlah transaksi di ketiga kota itu. Berdasarkan catatan internal, peningkatan pemberlian di ketiga kota itu signifikan secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal kedua.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan di Palembang, kategori yang diminati yakni fashion, kesehatan diri, dan kecantikan. Sedangkan di Papua yaitu produk rumah tangga, elektronik hingga otomotif.

Lalu di Makassar, kategori produk yang laris manis yakni makanan, minuman hingga ponsel pintar (smartphone).

Untuk menyasar pasar di luar Jawa, Tokopedia pun membuat inisiatif Hyperlocal. "Ini supaya Tokopedia bisa menjangkau seluruh Indonesia," katanya.

Terdapat beberapa program yang dibuat dari inisiatif Hyperlocal, salah satunya kumpulan toko pilihan. Perusahaan mengurasi berbagai toko di daerah.

Ada juga digitalisasi pasar. Tokopedia menggaet pemerintah daerah (pemda) seperti Makassar. Kemudian program pelatihan Sekolah Kilat Seller alias SKS. "Ini merupakan platform edukasi bagi UMKM yang baru gabung. Sudah berjalan di Medan, Makassar dan lainnya," kata Ekhel.

Saat ini, Tokopedia menggaet 11 juta penjual yang hampir seluruhnya merupakan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain Tokopedia, Bukalapak gencar menggaet warung dan konsumen di luar Jawa. Berdasarkan mini expose Bukalapak yang diperoleh Katadata.co.id pada akhir Juni, unicorn itu mengklaim bahwa pangsa pasar warung digitalnya 39% di Indonesia.

Total nilai proses bisnis atau total processing value (TPV) mitra agen dan warung rerata tumbuh 105% per tahun sejak 2018 atau lebih tinggi dibanding lini marketplace. “Rerata penjualan mitra tumbuh tiga kali lipat sejak bergabung,” demikian dikutip dari mini expose Bukalapak.

Rincian pertumbuhan TPV Mitra per tahun, serta transaksi yang paling banyak dilakukan di agen dan warung, dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Perbandingan rerata pertumbuhan TPV Mitra dan lini e-commerce Bukalapak per tahun selama 2018 - 2020
Perbandingan rerata pertumbuhan TPV Mitra dan lini e-commerce Bukalapak per tahun selama 2018 - 2020 (Mini Expose Bukalapak, Katadata/Desy Setyowati)

Kontribusi Mitra terhadap pendapatan Bukalapak juga melonjak dari Rp 74 miliar pada 2019 menjadi Rp 199 miliar tahun lalu. Ini berasal dari komisi atas penjualan pedagang dan prinsipal Fast Moving Consumer Good atau FMCG.

Sejalan gencar menyasar warung, Bukalapak berfokus menggarap pasar di luar tingkat (tier) satu. Kota tingkat dua yang diincar seperti Yogyakarta, Manado, Solo, Palembang, dan Pekanbaru.

Grab dan Emtek pun menggaet Bukalapak untuk menyasar pasar di luar Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk yang tinggal di kota tier dua dan tiga mencapai 90% dari total populasi.

Namun, nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) e-commerce di wilayah itu hanya 30% dari total. Ini artinya, mayoritas transaksi e-commerce masih didominasi oleh penduduk di kota metropolitan atau tier satu.

Riset Alpha JWC Ventures dan Kearney berjudul ‘Unlocking the next wave of digital growth: beyond metropolitan Indonesia’ pun menunjukkan, pertumbuhan ekonomi digital di kota tier dua dan tiga diperkirakan naik lima kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Potensi pasar e-commerce di luar kota tingjat (tier) satu
Potensi pasar e-commerce di luar kota tingkat (tier) satu (Mini Expose Bukalapak, Katadata/Desy Setyowati)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait