Pakai Roket Milik Elon Musk, Internet Satelit Satria Tercepat di ASEAN

Kominfo menggaet perusahaan Elon Musk untuk meluncurkan satelit Satria. Internet dari satelit ini diklaim masuk daftar yang tercepat di ASEAN.
Image title
18 Agustus 2021, 15:36
Kominfo, Satelit Satria, internet, elon musk
Kominfo
Ilustrasi Satelit Satria

Perusahaan Elon Musk, SpaceX menjadi salah satu yang digaet oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam membangun proyek satelit Satria. Internet yang disediakan lewat satelit Satria diklaim masuk daftar tercepat di ASEAN.

Satelit Satria merupakan tipe High Throughput Satellite (HTS) berkapasitas 150 giga byte per detik (Gbps). “Ini masuk kelas internet cepat pertama di ASEAN," kata Chief Executive Office Satelit Nusantara Tiga (PSNT) Adi Rahman Adiwoso saat konferensi pers Ground Breaking Ceremony Stasiun Bumi Proyek KPBU Satelit Multifungsi Pemerintah, Rabu (18/8).

Dari sisi kapasitas, satelit Satria menjadi yang terbesar di Asia. "Hidupnya lebih dari 15 tahun dan tingginya 6,5 meter," kata Adi.

Satelit itu mencakup sekitar tiga kali lipat dari sembilan satelit yang saat ini dimanfaatkan di Indonesia.

Advertisement

Fasilitas itu mampu menampung 150 ribu titik akses internet. Ini akan digunakan untuk akses WiFi gratis, yang di setiap titik layanan tersedia kapasitas 1 mega byte per detik (Mbps).

Ratusan ribu titik itu meliputi 93.900 titik sekolah/pesantren, 47.900 kantor desa/kelurahan/kantor pemerintahan daerah, 3.700 fasilitas kesehatan, dan 4.500 layanan publik lain.

Adi mengatakan, proyek Satelit Satria ditargetkan rampung paling lambat 17 November. Sejauh ini, progres pembangunan sudah lebih dari 33%.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo Anang Latif mengatakan, proyek Satelit Satria masih berjalan sesuai target.

Pembangunan Satelit Satria menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), konsorsium Pasifik Satelit Nusantara sebagai pemenang tender.

Konstruksi satelit multifungsi dibangun setelah penandatanganan Preliminary Working Agreement atau Perjanjian Pendahuluan. Ini dilakukan oleh badan usaha pelaksana, Satelit Nusantara Tiga, bagian dari konsorsium, dan pabrikan satelit Thales Alenia Space yang berada di Prancis.

Menurut Anang, pihak pabrikan asal Perancis itu belum memberikan keluhan soal pembangunan satelit. "Jadinya, konstruksi masih sesuai dengan rencana semula," ujar Anang kepada Katadata.co.id, pada Juli (13/7).

Sejauh ini, Thales Alenia Space dalam proses perakitan satelit. Pabrikan sempat menghadapi kendala imbas pandemi corona. Namun konstruksi berjalan lancar seiring menurunnya angka kasus positif virus corona di Eropa.

Untuk proses peluncuran, Kementerian Kominfo menggandeng perusahaan asing asal Amerika Serikat (AS) yakni SpaceX. Perusahaan ini merupakan besutan miliarder dunia Elon Musk.

Kominfo juga menyiapkan 11 stasiun bumi atau ground segment untuk menangkap sinyal satelit. Peletakan batu pertama dilakukan pada hari ini (18/8) dan ditarget rampung akhir tahun. 

Stasiun bumi merupakan bagian dari sistem transmisi satelit di bumi. Ini berfungsi sebagai terminal yang mengubah sinyal dasar menjadi frekuensi radio atau sebaliknya.

Fasilitas itu akan dibangun di Cikarang, Banjarmasin, Batam, Pontianak, Tarakan, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura. PSNT selaku penyelenggara telah membebaskan tanah di 11 lokasi ini.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait