Ojek Online Minta Keringanan Biaya Bagi Hasil, Gojek Lakukan Ini

Asosiasi taksi dan ojek online meminta agar penyelenggara platform seperti Gojek, Grab, ShopeeFood menurunkan persentase biaya bagi hasil. Gojek menyiapkan cara lain untuk membantu mitra pengemudi.
Image title
23 Agustus 2021, 17:00
ojek online, gojek, grab, shopee
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Shalter Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020).

Asosiasi ojek online yakni Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) meminta agar perusahaan penyedia layanan on-demand Gojek, Grab, dan pesan-antar makanan ShopeeFood mengurangi persentase biaya bagi hasil. Gojek menyiapkan cara lain untuk mengurangi beban mitra pengemudi selama pandemi corona.

Salah satunya, memberikan bantuan sembako dalam bentuk voucer. "Totalnya lebih dari Rp 125 miliar," kata Head of Indonesia Region Gojek Gede Manggala saat konferensi pers virtual, Senin (23/8).

Decacorn itu juga membagikan perlengkapan kesehatan kepada mitra pengemudi taksi dan ojek online. Ini diberikan melalui posko aman yang tersedia di 70 kabupaten dan kota.

Kemudian, Gojek memberikan bantuan pendapatan bagi mitra pengemudi yang terpapar Covid-19. "Saat mitra menjalani isolasi mandiri, kami memberikan bantuan pendapatan," ujarnya.

Advertisement

Perusahaan juga berfokus menggelar vaksinasi Covid-19 bagi ratusan ribu mitra pengemudi taksi dan ojek online. Gojek berkolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis dalam menggelar vaksinasi virus corona massal.

Hingga saat ini, ratusan ribu mitra taksi dan ojek online di 70 kabupaten dan kota telah divaksinasi.

Di satu sisi, Garda berharap agar Gojek, Grab hingga ShopeeFood menurunkan biaya bagi hasil mitra pengemudi dari 20% menjadi 10%. Ini agar pendapatan driver ojek online maksimal di tengah penurunan permintaan.

Garda mencatat, pendapatan dari layanan berbagi tumpangan atau ojek online menurun sekitar 50% - 60%. “Ini dampak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat atau PPKM secara terus menerus,” ujar dia.

Menurutnya, penurunan potongan itu bisa dilakukan melalui kebijakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, menurut Garda, hingga saat ini baik Kemenhub juga Gojek hingga Grab tidak berkenan menurunkan biaya potongan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha Syafaril juga berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong Gojek, Grab hingga ShopeeFood mengurangi biaya bagi hasil. “Menurunkan potongan aplikasi dari 20% menjadi 10%,” kata Taha kepada Katadata.co.id, dua pekan lalu (10/8).

Hal itu karena pendapatan pengemudi taksi dan ojek online dari layanan berbagi tumpangan turun sekitar 60% - 70% sejak PPKM level 4 diberlakukan. Sedangkan pesan-antar makanan naik 30% - 40%.

“Misalnya, penyedia layanan pengiriman barang dan pesan-antar makanan didesak memberikan bantuan (kepada mitra pengemudi taksi dan ojek online),” ujar dia.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait