Amazon Bidik UMKM – Startup Indonesia, Saingi Google hingga Alibaba

Amazon Web Service (AWS) berencana membangun tiga pusat datadi Indonesia pada akhir tahun atau awal 2022. Perusahaan menyasar UMKM dan startup, bersaing dengan Google hingga Alibaba.
Image title
7 September 2021, 14:47
amazon, pusat data, google, alibaba, umkm, startup
instagram/@amazonwebservices
Amazon Web Services Summit pada Mei 2019

Amazon Web Service (AWS) berencana membangun tiga pusat data (data center) di Indonesia pada akhir tahun atau awal 2022. Anak usaha Amazon ini pun menyasar tiga pasar dan bersaing dengan Google, Microsoft hingga Alibaba.

Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) dan Cina memang gencar membangun pusat data di Indonesia. Salah satu alasannya, karena banyaknya unicorn di Nusantara.

Indonesia memiliki satu decacorn yakni Gojek. Selain itu, ada enam unicorn yaitu Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, J&T Express, dan OnlinePajak.

Decacorn merupakan sebutan untuk startup dengan valuasi di atas US$ 10 miliar. Sedangkan unicorn melebihi US$ 1 miliar.

Advertisement

Amazon Web Service pun menyasar tiga pasar, meski bersaing dengan raksasa teknologi lain di bisnis pusat data di Indonesia. Ketiga segmen itu di antaranya:

1. Startup

Country Leader Indonesia AWS Gunawan Susanto mengatakan, transaksi startup melonjak saat pandemi Covid-19. Ini karena banyak masyarakat yang beralih ke layanan digital guna menghindari penularan virus corona.

“Mereka beradaptasi dengan cepat didukung teknologi komputasi awan atau cloud. Kami melihat peluang ini besar," ujar Gunawan saat konferensi pers virtual, Selasa (7/9).

Untuk menyasar segmen startup, perusahaan membuat progam AWS Activate. Ini memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan rintisan seperti fasilitas kredit, pelatihan, dan pendampingan dalam pemanfaatan teknologi Amazon Web Service.

Kini, sudah ada ratusan ribu startup di dunia yang memanfaatkan program AWS Activate.

2. UMKM

Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 60 juta lebih. Selain itu, 15,3 juta di antaranya sudah merambah ekosistem digital.

"Dengan melihat kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), pelaku industri pasti mencari solusi agar UMKM terus tumbuh," kata Gunawan.

Amazon Web Service pun menggencarkan edukasi untuk menggaet lebih banyak UMKM. "Ini untuk menyasar UMKM yang belum go-digital," ujarnya.

3. Korporasi

"Kami mencoba melihat semua segmen pasar dan sesuaikan kebutuhannya," kata Gunawan.

Sebelumnya, Vice President Amazon Wernel Vogels menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan dan menyatakan rencana investasi US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Investasi tahap awal ini pengembangan layanan data center selama 10 tahun.

Selain AWS, sejumlah raksasa teknologi global juga berinvestasi pusat data di Indonesia. Google misalnya, meluncurkan pusat data di Jakarta tahun lalu (24/6/2020).

Kemudian, Microsoft Corporation. Raksasa teknologi ini juga berencana menanamkan modal US$ 1 miliar atau setara hampir Rp 13,6 triliun untuk membangun pusat data di Indonesia.

Alibaba Cloud bahkan telah membangun dua pusat data di Tanah Air pada 2018 dan 2019. Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen mengatakan, permintaan layanan cloud di Tanah Air terus meningkat.

Perusahaan pun berkomitmen menginvestasikan US$ 28 miliar atau sekitar Rp 435 triliun untuk pengembangan layanan cloud selama tiga tahun. "Kami akan terus menginvestasikan talenta dan ekosistem kami. Perusahaan melihat potensi pasar di Indonesia besar," ujar Chen, tahun lalu (10/6/2020).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait