Amazon Balas Elon Musk yang Sindir Jeff Bezos soal Proyek Hidup Abadi

Jeff Bezos, orang terkaya kedua di dunia disindir oleh Elon Musk soal proyek teknologi anti-penuaan atau hidup abadi. Amazon membalas CEO Tesla, dengan menyebut SpaceX melanggar peraturan.
Desy Setyowati
10 September 2021, 14:01
Jeff Bezos, Elon Musk, amazon, tesla
Instagram @jeffbezos dan @elonmrmuskk, Katadata/Desy Setyowati
Jeff Bezos dan Elon Musk

Jeff Bezos, orang terkaya kedua di dunia disindir oleh Elon Musk soal proyek teknologi anti-penuaan atau hidup abadi. Amazon membalas CEO Tesla, dengan menyebut SpaceX melanggar peraturan.

SpaceX merupakan perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk. Jeff Bezos memiliki korporasi sejenis yakni Blue Origin. Keduanya bersaing dalam membangun jaringan satelit.

Baru-baru ini NASA memenangkan SpaceX sebagai produsen sistem pendaratan di bulan. Bos Amazon Jeff Bezos mengajukan gugatan hukum atas kemenangan perusahaan milik Elon Musk ini.

Imbas gugatan itu, SpaceX harus menunda proyek. Rencana NASA mengirim astronaut ke bulan pada 2024 pun terancam mundur.

Advertisement

Amazon kali ini mengirimkan daftar masalah Elon Musk dengan regulator kepada pejabat Komisi Komunikasi Federal atau Federal Communications Commission (FCC). Ini dilakukan ketika SpaceX mengajukan permintaan untuk mengubah proposal ke FCC soal penyebaran satelit Starlink ke depan.

“Cobalah untuk menahan perusahaan yang dipimpin Musk dengan aturan penerbangan? Anda 'secara fundamental rusak,'" tulis Amazon dalam pengajuan, dikutip dari The Verge, Kamis (9/9).

“Cobalah untuk memegang perusahaan yang dipimpin Musk dengan aturan kesehatan dan keselamatan? Anda 'tidak terpilih dan bodoh,'” lanjut Amazon.

SpaceX memiliki lebih dari 1.700 satelit di orbit. Sekitar 100 ribu pelanggan menggunakan layanan internet perusahaan milik Elon Musk ini dalam fase beta.

Amazon sedang merencanakan jaringan satelit serupa yang disebut Kuiper, dengan lebih dari 3.000 satelit. Namun belum mengungkapkan rencana produksi atau meluncurkan satelit ke luar angkasa.

Langkah Amazon mengirimkan daftar persoalan Elon Musk dengan regulator dilakukan, setelah bos Tesla itu menyindir Jeff Bezos soal proyek teknologi anti-penuaan atau hidup abadi. "Dan jika tidak berhasil, dia akan menuntut kematian," kata pendiri SpaceX ini melalui akun Twitter @elonmusk, Rabu (8/9).

Jeff Bezos disebut-sebut mendanai pembentukan perusahaan bernama Altos Labs. Pada Oktober 2020, sekelompok besar ilmuwan pergi ke rumah miliarder Yuri Milner di Palo Alto. Mereka berkumpul di gedung milik pribadi untuk konferensi ilmiah dua hari. Sebagian lainnya bergabung secara virtual.

Milner adalah miliarder kelahiran Rusia, yang menghasilkan banyak uang dari Facebook dan Mail.ru. Tiap tahun, ia memberikan hadiah US$ 3 juta kepada fisikawan, ahli biologi, dan matematikawan.

Konferensi yang digelar di rumah Milner itu membahas tentang upaya radikal untuk meremajakan sel hewan. “Pertemuan itu sekarang mengarah pada pembentukan perusahaan anti-penuaan yang ambisius bernama Altos Labs,” kata beberapa sumber yang mengetahui rencana itu dikutip MIT Tecnology Review, pekan lalu (4/9).

Selain soal investasi di proyek ‘hidup abadi’, Elon Musk beberapa kali menyindir Jeff Bezos. Bos Tesla ini sempat menyindir pendiri Amazon hobi melobi. “Jika melobi, dan pengacara bisa membuat kamu pergi ke orbit, Bezos saat ini sudah ada di Pluto,” ujar Musk melalui Twitter.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait