Apple Andalkan iPhone 13 Bidik Kapitalisasi Pasar Rp 42.609 Triliun

Apple berambisi menjadi perusahaan pertama di dunia dengan kapitalisasi pasar US$ 3 triliun tahun depan. Analis menilai, perusahaan AS ini perlu mengandalkan iPhone 13.
Image title
13 September 2021, 10:31
apple, iphone 13, iphone,
instagram/@cnet
Ilustrasi, tampilan iPhone SE

Apple berambisi menjadi perusahaan pertama di dunia dengan kapitalisasi pasar US$ 3 triliun atau Rp 42.609 triliun tahun depan. Analis menilai, keberhasilan untuk mencapai target ini dipengaruhi oleh kesuksesan penjualan iPhone 13.

Analis dari perusahaan investasi Wedbush Securities, Dan Ives mengatakan bahwa Apple berpeluang mencapai target tersebut. Sebab kapitalisasi pasar raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini mendekati US$ 2,5 triliun.

"Kami yakin Apple berada dalam tren untuk mencapai US$ 3 triliun pada awal 2022. Tetapi iPhone 13 akan menjadi kunci pertumbuhan itu," kata Ives dikutip dari The Guardian, Minggu (12/9).

iPhone memang menyumbang 50% dari pendapatan Apple. Tahun lalu, raksasa teknologi ini meraih pendapatan US$ 275 miliar.

Tahun ini, Apple akan meluncurkan smartphone terbaru yakni iPhone 13. Perusahaan bakal memasang empat varian ponsel yaitu iPhone 13 reguler, Pro Max, Pro, dan mini. 

Goldman Sachs memperkirakan, pendapatan Apple melonjak 19% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun ini karena peluncuran iPhone 13. “Ini membuka kemungkinan 2022 yang cerah," kata Goldman Sachs.

Akan tetapi, Apple menghadapi sejumlah kendala untuk mendongkrak kapitalisasi pasar. Salah satunya, kinerja pengembangan bisnis mobil listrik.

Pekan lalu, Apple kehilangan Kepala divisi Apple Car Doug Field yang pindah ke Ford, sebagai chief Advanced technology sekaligus embedded system officer. "Field akan memimpin upaya Ford mengembangkan generasi mobil berikutnya," kata Ford dikutip The Verge, pekan lalu (9/9).

Selain itu, Apple terkendala masalah di bisnis App Store. Hakim Distrik AS memerintahkan perusahaan mengubah model bisnis toko aplikasinya.

Hal itu terkait gugatan pengembang gim, Epic Games yang menuduh Apple melakukan monopoli sistem pembayaran toko aplikasi.

Hakim juga memerintahkan Apple untuk tidak lagi melarang pengembang seperti Epic menggunakan sistem pembayaran di luar sistem Apple.

Setelah putusan itu, saham Apple anjlok. Pada perdagangan pekan lalu (10/9), harga saham raksasa teknologi ini melorot 3,3%.

Penurunan tersebut merupakan yang terparah sejak 4 Mei. Kapitalisasi pasar Apple pun menyusut sekitar US$ 85 miliar. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait