KPPU Butuh Waktu Kaji Merger Gojek - Tokopedia karena Nilainya Besar

KPPU masih mengkaji dampak merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo pada Mei lalu (17/5). Lamanya analisis karena nilai transaksi kedua startup ini besar.
Image title
22 September 2021, 12:03
gojek, tokopedia, GoTo, kppu
Tokopedia
Ikon aplikasi GoTo

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masih mengkaji dampak merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo pada Mei lalu (17/5). Lamanya analisis karena nilai transaksi kedua startup ini besar.

"Itu karena besarnya nilai transaksi, luas pangsa pasar, dan kepentingan publik. Penilaian dilakukan komprehensif, bukan sederhana," kata Ketua KPPU Kodrat Wibowo kepada Katadata.co.id, Rabu (22/9).

Setelah Gojek dan Tokopedia merger dan membuat entitas gabungan bernama GoTo pada Mei, nilai transaksi atau gross transaction value (GTV) grup menjadi lebih dari US$ 22 miliar atau Rp 314 triliun. Sedangkan volume transaksi lebih dari 1,8 miliar.

KPPU pun mengkaji seberapa besar pengaruh merger Gojek dan Tokopedia terhadap persaingan di industri yang digarap oleh GoTo. Selain itu, “melihat ada tidak potensi monopoli, kata Kodrat.

Ia mengatakan, GoTo sedang dalam proses melengkapi data-data tambahan yang KPPU butuhkan untuk keperluan analisis. Ini karena laporan yang perlu diberikan oleh Gojek dan Tokopedia berbeda dibandingkan perusahaan lain.

"GoTo merupakan e-commerce yang heavy technology. Ini notifikasi merger yang terbesar pertama untuk KPPU," ujar Kodrat.

Pada akhir Mei atau dua minggu setelah laporan merger, KPPU mencatat belum ada indikasi monopoli. Namun hasil ini bersifat sementara.

Wakil Ketua KPPU Guntur S Saragih mengatakan, kesimpulan akhir baru akan diberikan setelah seluruh analisis selesai. "Tentu kami membutuhkan data dan informasi untuk dianalisis," ujarnya.

Katadata.co.id sudah meminta tanggapan dari GoTo. Namun, belum ada respons hingga berita ini dirilis.

Sebelumnya, pendiri sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai alasan merger dengan Gojek.

William menyatakan, itu merupakan konsolidasi bisnis dan bukan karena tekanan investor. "Merger dengan Gojek bukan konsolidasi, karena kami bukan perusahaan sejenis," kata William dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, pekan lalu (15/9).

Tokopedia bergerak di bidang e-commerce atau marketplace yang mempertemukan pedagang dan penjual. Sedangkan Gojek merupakan perusahaan layanan on-demand dengan adanya jasa berbagi tumpangan (ride hailing), pesan-antar makanan hingga pengiriman barang.

Alhasil, persaingan di pasar masing-masing tetap ada meski Gojek dan Tokopedia merger.

Konsumen di tiap layanan pun masih mempunyai opsi layanan lain di luar Tokopedia dan Gojek. Untuk layanan e-commerce misalnya, Tokopedia masih bersaing dengan Shopee, Bukalapak hingga Lazada.

Sedangkan di layanan berbagi tumpangan, konsumen masih punya opsi menggunakan Grab hingga Maxim.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait