Transaksi Gojek GoSend Melonjak Berkat Tokopedia dan Media Sosial

Gojek mencatatkan peningkatan transaksi GoSend 40% selama pandemi Covid-19. Ini terdongkrak permintaan layanan pengiriman dari e-commerce seperti Tokopedia dan di media sosial.
Image title
24 September 2021, 14:09
gojek, gosend, tokopedia,
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Gojek mencatatkan peningkatan transaksi GoSend 40% selama pandemi Covid-19. Ini terdongkrak permintaan layanan pengiriman dari e-commerce seperti Tokopedia dan penjual di media sosial.

Head of Logistics Business Gojek Steven Halim mengatakan, banyak masyarakat membutuhkan layanan pengiriman barang dengan cepat selama pandemi Covid-19. "Kami mencatat, permintaan layanan meningkat signifikan dibanding sebelum pandemi," kata dia saat konferensi pers virtual, Jumat (24/9).

Transaksi e-commerce misalnya, melonjak di tengah pandemi Covid-19. Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi e-commerce Rp 395 triliun atau tumbuh 48,4% secara tahunan (year on year/yoy).

Sedangkan Gojek dan Tokopedia bergabung, lalu membentuk entitas baru GoTo sejak Mei (17/5). Keduanya pun rutin memberikan promosi GoSend.

Selain e-commerce, GoSend kebanjiran permintaan layanan pengiriman dari penjual di media sosial alias social seller. Gojek pun mencatat, jumlah pengguna Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggunakan layanan GoSend meningkat dua kali lipat tahun ini.

"Maka, kami gencar memberikan berbagai layanan terbaik bagi social seller," kata Steven.

Hasil survei McKinsey bertajuk ‘Indonesian Consumer Sentiment During the Coronavirus Crisis’ pada Juli 2020 menunjukkan bahwa pembelian kebutuhan sehari-hari dan makanan secara online meningkat dibandingkan sebelum ada pandemi Covid-19.

Dalam laporan McKinsey berjudul ‘The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia’s Economic Development’ pada 2018, penjualan di e-commerce diprediksi tumbuh delapan kali lipat menjadi US$ 40 miliar pada 2022.

Sedangkan penjualan di social commerce diramal US$ 25 miliar. Proyeksi ini belum menghitung dampak pandemi virus corona.

GoSend pun menyiapkan empat strategi untuk terus mendongkrak transaksi, yakni:

1. Bersaing dari sisi harga

2. Memperbanyak akses pengantaran ke berbagai kota

Saat ini, GoSend baru menjangku 75 kota di Indonesia. "Kami terus perluas, agar semua orang bisa menikmati layanan pengantaran," kata Marsela.

3. Memperbanyak kolaborasi dengan e-commerce atau marketplace

4. Menggelar promo

Yang terbaru, GoSend membuat membuat program promo bertajuk #CepetanGoSendInstant hingga akhir bulan depan. Gojek menawarkan diskon hingga Rp 150 ribu.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait