Xi Jinping Larang Kartun dengan Konten Kekerasan – Vulgar di Cina

Xi Jinping menerbitkan setidaknya enam aturan baru yang menyasar perusahaan teknologi. Kini, regulator penyiaran Cina mendorong pembuat kartun online membuat konten yang ‘sehat’.
Desy Setyowati
25 September 2021, 11:48
xi jinping, cina, kartun
YouTube
Salah satu kartun di Cina yang mengajarkan bahasa Mandarin

Xi Jinping menerbitkan setidaknya enam aturan baru yang menyasar perusahaan teknologi. Kini, regulator penyiaran Cina mendorong pembuat kartun online membuat konten yang ‘sehat’.

Dalam pemberitahuan yang dirilis Jumat (24/9), Administrasi Radio dan Televisi Nasional Cina mengatakan bahwa anak-anak dan remaja merupakan penonton utama kartun. Oleh karena itu, agensi yang memenuhi syarat, harus menyiarkan konten yang menjunjung tinggi kebenaran, kebaikan, dan keindahan.

“Regulator mendorong produsen online untuk membuat kartun ‘sehat’ dan menekan konten kekerasan, vulgar atau pornografi,” demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (25/9).

Sebelumnya, pemerintahan Cina yang dipimpin oleh Xi Jinping meningkatkan kampanye untuk ‘membersihkan’ industri hiburan dalam beberapa bulan terakhir. Beijing melarang penggemar ‘mengejar idola secara tidak rasional’.

Beijing juga mengancam sanksi keras bagi selebritas yang terlibat perilaku ilegal atau tidak etis.

Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintahan Xi Jinping dalam semua aspek budaya dan ekonomi negara. Mereka berjanji untuk mengatasi ketidaksetaraan, melonjaknya harga properti, dan lembaga pendidikan yang mencari keuntungan.

Saat merayakan ulang tahun Partai Komunis yang ke-100 pada Juli, Presiden Xi Jinping berjanji untuk meningkatkan kekuatan partai dan memperkuat persatuan rakyat Cina.

Pemerintah Cina pun mengeluarkan setidaknya enam regulasi baru yang menyasar perusahaan teknologi, termasuk industri konten hiburan. Keenam aturan itu yakni:

  1. Aturan anti-monopoli yang baru
  2. Aturan terkait kredit mikro berbasis digital
  3. Membatasi anak bermain gim online
  4. Memperketat aturan konten di game online hingga video on-demand (VoD). Salah satunya melarang konten yang menampilkan pria bernampilan feminin
  5. Melarang fan ‘mengejar bintang’ secara tidak rasional di media sosial
  6. UU Keamanan data yang baru

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait