55 Pengusaha Indonesia Ikut Pelatihan Digital dari Alibaba

Sebanyak 55 pengusaha Indonesia mengikuti program pelatihan Alibaba Netpreneur Training. Pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai bidang, termasuk logistik, e-commerce hingga fintech.
Desy Setyowati
28 September 2021, 14:11
alibaba, startup, kadin
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Logo Alibaba Group terlihat di kantor pusat perusahaan tersebut di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina, Senin (18/11/2019).

Sebanyak 55 pengusaha Indonesia mengikuti program pelatihan Alibaba Netpreneur Training (ANT). Pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai bidang, termasuk perdagangan, logistik, jasa, e-commerce hingga teknologi finansial (fintech).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama Alibaba Group dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pelatihan ini terdiri dari serangkaian seminar virtual yang diselenggarakan sejak Juli hingga awal September.

Alibaba menyampaikan, pelatihan bertujuan supaya para pengusaha dapat mengambil langkah-langkah transformasi yang tepat di era ekonomi digital. Peserta bisa mempelajari transformasi digital di Cina, termasuk faktor utama yang mendukung pertumbuhan Alibaba dari tahap startup hingga menjadi ekosistem digital seperti sekarang.

Perusahaan asal Cina itu juga memberikan saran-saran praktis untuk membantu peserta mentransformasikan operasional secara digital dan menangkap peluang usaha di lanskap global (go global).

CEO Crewdible Dhana Galindra mengatakan, ia tertarik mengikuti pelatihan Alibaba tersebut untuk memperluas jaringan (networking) dan memperdalam pengetahuan tentang ekosistem teknologi di Cina.

Ia memberikan contoh, pelatihan Alibaba mengajarkan cara mengatasi penurunan produktivitas akibat bekerja dari rumah alias work from home (WFH). Alibaba Netpreneur Training menekankan pentingnya kerangka kerja perusahaan.

Kerangka itu bertujuan meningkatkan interaksi dengan karyawan dan menumbuhkan rasa kebersamaan. “Ini pertama kali saya mendapatkan panduan komplit untuk mengembangkan bisnis, mulai dari strategi yang high-level sampai ke hal-hal kecil yang dibutuhkan startup,” kata Dhana kepada keterangan tertulis, Selasa (28/9).

Pendiri bisnis fotografi Sweet Escape David Susanto menyampaikan, salah satu poin yang dipelajari yakni bagaimana Alibaba membentuk budaya perusahaan global yang kuat misalnya, menggunakan filosofi Kung Fu berisi nilai-nilai baik bagi karyawan.

“Kami percaya bahwa budaya global perusahaan yang solid akan membuat tim merasa lebih senang dan menimbulkan rasa kebersamaan, terutama karena Sweet Escape terdiri dari ratusan fotografer yang tersebar di seluruh dunia,” kata David.

Ia menilai, pelatihan Alibaba mendorong Sweet Escape memperjelas misi, visi, dan nilai-nilai perusahaan. Ia optimistis, hal ini dapat membantu startup menjadi pemain global pasca-pandemi corona.

Crewdible merupakan startup fulfillment online dan jasa penyimpanan bagi UMKM di Indonesia. Sedangkan Sweet Escape menyediakan jasa foto di banyak negara. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait